Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Hebohkan Jagat Maya, Seperti Ini Tanggapan Penyedia MBG Viral di SMPN 1 Sampit

Usay Nor Rahmad • Jumat, 14 November 2025 | 20:46 WIB
SPPG  di bawah naungan yayasan Ma
SPPG di bawah naungan yayasan Ma

Sampit, radarsampit.jawapos.com - Ketua Yayasan Ma'had Al Kautsar, Harry Rahmad Panca Setia, selaku vendor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SMPN 1 Sampit, akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan temuan diduga ulat (sempat diduga belatung) di dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya kejadian tersebut tetap menjadi tanggung jawab pihaknya meskipun hanya ditemukan pada satu porsi dari ratusan porsi yang didistribusikan.

“Kami juga bingung, dari lebih 900 porsi kok bisa ada satu yang bermasalah. Tetapi kami tidak mengelak, ini kelalaian kami dan tetap menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya.

Hari mengaku sangat terkejut karena seluruh menu MBG melalui pemeriksaan berlapis sebelum dikirim.

Ia menjelaskan, makanan dikirim sekitar pukul 08.30 WIB dan biasanya dikonsumsi siswa pada pukul 09.30–10.00 WIB. Karena itu, temuan ulat tersebut dianggap sebagai kejadian yang sangat janggal.

“Memang aneh, dari 2.000 porsi yang kami siapkan untuk beberapa titik, tiba-tiba ada satu porsi yang diinformasikan terdapat ulat. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami,” tambahnya.

Pihak vendor menyampaikan permohonan maaf kepada sekolah, orang tua, dan masyarakat. Selain itu, mereka berjanji segera melakukan evaluasi total terhadap proses pengolahan makanan, kualitas bahan baku, hingga sistem pengecekan sebelum distribusi.

Ia menegaskan bahwa kejadian seperti ini tidak boleh terulang karena dapat menurunkan kepercayaan terhadap program MBG yang seharusnya meningkatkan gizi dan kesehatan siswa.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Sampit Suyoso, juga ikut memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah baru mengetahui video tersebut setelah jam pelajaran selesai.

“Video itu pertama kali diketahui guru piket setelah anak-anak pulang sekolah. Jadi kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya, Jumat (14/11/2025).

Suyoso menegaskan, selama ini sekolah memberi keleluasaan bagi siswa untuk melapor jika menemukan masalah pada menu MBG.

Makanan dibagikan menjelang jam istirahat dan dikonsumsi saat waktu istirahat, sehingga bila ditemukan kejanggalan, siswa seharusnya dapat langsung melaporkan kepada guru atau petugas piket di lokasi.

“Kalau ada makanan yang tidak layak atau bermasalah, siswa bisa langsung menyampaikan kepada guru. Tidak perlu menunggu sampai pulang sekolah,” tegasnya.

Video berdurasi 12 detik itu menunjukkan seorang siswa membuka kotak berisi lauk telur, kemudian tampak ulat menggeliat di dalamnya. Video tersebut langsung viral di Facebook dan grup-grup WhatsApp warga Sampit.

“Gaes, MBG kali ini ada belatungnya. Langsung dilepeh,” ujar salah satu siswa dalam rekaman.

Kejadian ini memancing reaksi keras dari warganet yang mempertanyakan standar kebersihan dan pengawasan makanan MBG. Apalagi, ini bukan pertama kalinya kasus temuan ulat pada menu MBG terjadi di Kalimantan Tengah. Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di MTsN 1 Palangka Raya.

Hingga kini, pihak sekolah maupun vendor masih melakukan penelusuran untuk memastikan asal-usul dan kebenaran video tersebut. Sementara itu, publik berharap evaluasi besar-besaran dapat menjadi langkah perbaikan agar program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai standar keamanan pangan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#SMPN 1 Sampit #Mbg