Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mirisnya Patung Jelawat, Tak Ada Air Mancur Lagi, Moncong Ditumbuhi Rumput dan Digantungi Sampah Minuman

Usay Nor Rahmad • Kamis, 13 November 2025 | 16:08 WIB
Patung ikan jelawat yang biasa mengeluarkan air mancur kini ditumbuhi tumbuhan liar, dan banyak botol plastik menggantung. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Patung ikan jelawat yang biasa mengeluarkan air mancur kini ditumbuhi tumbuhan liar, dan banyak botol plastik menggantung. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kondisi Kompleks Ikon Jelawat di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini memprihatinkan.

Landmark kebanggaan masyarakat yang dulu menjadi simbol kemegahan dan kebersihan kota itu kini tampak kumuh dan tak terurus.

Patung Ikan Jelawat, yang biasanya memancurkan air mancur indah di tengah taman, kini justru diselimuti tumbuhan liar dan botol-botol plastik yang tergantung di sekitarnya. Pemandangan tersebut membuat warga kecewa dan prihatin.

“Sekarang Ikan Jelawatnya bukan keluar air mancur lagi, tapi tumbuhan liar, lalu digantungi botol-botol,” ungkap Rahmad, salah seorang pengunjung, Kamis (13/11/2025).

Ia mengatakan, kawasan yang dahulu ramai dikunjungi warga untuk bersantai kini mulai sepi karena kondisinya tak terawat. Banyak fasilitas rusak dan tidak ada lagi daya tarik seperti dulu.

Pantauan di lapangan, kerusakan terlihat di berbagai sudut taman. Keramik lantai yang pecah dan terlepas tampak di sejumlah titik, bahkan ada yang berserakan hingga ke jalur pejalan kaki. Kondisi ini dikhawatirkan membahayakan pengunjung, terutama anak-anak.

“Kalau malam tambah parah, karena gelap. Lampu-lampu taman banyak yang mati. Dulu tempat ini ramai sekali, sekarang malah seperti tak terurus,” tambah Rahmad.

Selain minim penerangan, rumput liar dan tumpukan sampah mulai mendominasi area sekitar taman. Aroma tak sedap dan pemandangan kotor semakin menambah kesan terbengkalai.

Padahal, Kompleks Ikon Jelawat selama ini dikenal sebagai landmark dan ruang publik favorit warga Sampit. Lokasinya yang strategis di tepi Sungai Mentaya menjadikannya salah satu tempat wisata dalam kota yang selalu ramai, terutama saat sore dan akhir pekan.

Kini, warga berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. Mereka meminta agar Pemkab Kotim, melalui dinas terkait, segera melakukan penataan dan perawatan menyeluruh.

“Sayang kalau dibiarkan begini. Ini wajah kota kita. Banyak tamu dari luar datang ke Sampit pasti pengin lihat Ikan Jelawat. Tapi kalau keadaannya rusak dan kotor begini, tentu memalukan,” ujar warga lainnya.

Kawasan Ikon Jelawat seharusnya bisa menjadi ruang publik yang nyaman, aman, dan membanggakan bagi masyarakat. Namun tanpa perhatian dan perawatan serius, simbol kebanggaan itu bisa berubah menjadi cermin kelalaian dalam menjaga identitas kota. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#ikan jelawat #ikon jelawat kotim #Patung jelawat sampit #sampah