SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Wajah Kota Sampit kian tercoreng oleh keberadaan papan reklame yang tak terurus. Banyak di antaranya tampak kusam, berkarat, dan nyaris roboh.
Selain mengganggu keindahan kota, kondisi tersebut kini juga mengancam keselamatan warga.
Ancaman itu benar-benar terjadi. Seorang warga bernama Suridin (52) tersengat listrik saat memperbaiki salah satu reklame di Jalan MT Haryono, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa pagi (11/11/2025) sekitar pukul 08.18 WIB.
Kejadian teraebut menambah panjang daftar persoalan reklame di Sampit. Banyak papan reklame yang dibiarkan rusak tanpa perawatan. Sebagian bahkan berdiri terlalu dekat dengan jaringan listrik, menimbulkan risiko sengatan hingga kebakaran.
Ini jadi pelajaran bagi vendor penyedia jasa iklan reklame. Sudah ada korban jangan sampai ada korban selanjutnya. Banyak reklame tak terurus hingga jaringan listrik bergelantungan di besi reklame," kata Ojan, warga Sampit, Kamis (13/11 /2025).
Selain rawan copot dan membahayakan warga, reklame tak terurus itu juga dinilai mengganggu estetika kota. Plat seng yang terlepas dan cat yang mengelupas membuat ruas-ruas jalan utama di Sampit tampak semrawut dan tak sedap dipandang.
“Dulu baliho itu bisa mempercantik kota. Sekarang justru merusak pemandangan,” keluh salah satu warga Mentawa Baru Hulu.
Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim mengimbau agar masyarakat maupun pengelola reklame lebih berhati-hati saat bekerja di area dekat jaringan listrik dan rutin memeriksa kondisi fisik papan reklame.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan menunggu sampai ada korban lagi,” tegas Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Disdamkarmat Kotim Heri Wahyudi.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa keberadaan reklame bukan hanya soal promosi, tapi juga tanggung jawab menjaga keselamatan dan keindahan kota.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan pendataan dan penertiban terhadap reklame yang sudah tak layak agar kejadian serupa tak kembali terulang. (oes)
Editor : Slamet Harmoko