PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Suasana tegang mewarnai evakuasi satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), bernama Suriansyah alias Kipli, oleh Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya, Senin (10/11) malam.
ODGJ itu diamankan setelah warga melapor, karena yang bersangkutan dianggap meresahkan dan sering berkeliaran di kawasan Jalan Rungan, Jalan Tinggang, hingga Jalan Bukit Keminting. Saat dievakuasi ia sedang berada di Jalan B. Koetin, dekat warung gorengan tidak jauh dari asrama mahasiswa.
Berdasarkan laporan yang diterima petugas, ODGJ itu pernah memecahkan kaca rumah warga, membakar pondok di Jalan Rungan, hingga merusak kaca mobil. Bahkan, beberapa warga melaporkan bahwa ia pernah menyerang seorang ibu yang sedang berjalan kaki.
Koordinator Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya Sucipto mengungkapkan, sebelumnya evakuasi pihaknya menerima dua laporan terhadap aktivitas ODGJ yang meresahkan itu. “Saat tim menuju lokasi, situasi cukup mencekam karena warga ketakutan. Mereka khawatir pria tersebut kembali ber-ulah,” ujarnya, (11/11).
Sucipto juga mengungkapkan, dari keterangan warga, ODGJ itu sudah berulang kali dirawat di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei. Namun, setiap kali selesai menjalani perawatan dan kembali ke lingkungan warga, perilakunya sering tidak terkendali. “Kalau sedang tenang, komunikasinya masih nyambung. Tapi kalau kambuh, bisa sangat anarkis dan berbahaya,” bebernya.
Evakuasi dibantu aparat terkait lainnya, dan petugas berjaga penuh kewaspadaan karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, pria tersebut pernah kedapatan membawa sebilah belati yang diselipkan di celana bagian pinggul.
Setelah berhasil diamankan, Suriansyah alias Kipli dibawa ke Yayasan Pemulihan ODGJ Borneo di Jalan Sinar Kahayan, masuk Jalan Robeka Tarung, Lingkar Luar Mahir Mahar, untuk mendapatkan perawatan dan penanganan lebih lanjut.
Sucipto juga mengungkapkan, kasus seperti ini menjadi dilema di lapangan. “Kami selalu siap membantu evakuasi demi keselamatan warga dan juga ODGJ itu sendiri. Namun perlu dukungan dari berbagai pihak agar penanganannya tidak hanya sementara.Semoga bisa sembuh dan hidup normal kembali,”pungkasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama