SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto kembali berjalan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Tiga sekolah pertama yang menerima manfaat adalah SMK Santo Yosep Sampit, SMPN 1 Sampit, dan TK Idhata.
Jumlah penerima manfaat akan terus bertambah seiring beroperasinya dapur tambahan di beberapa titik.
”Mulai minggu ini sudah ada dua dapur aktif yang beroperasi di Jalan Yos Sudarso dan Parenggean. Masing-masing dapur menyediakan 3.000 porsi sesuai juknis terbaru,” kata Rini Maulida, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kotim.
Menurutnya, akan ada 14 titik dapur yang dioperasikan secara bertahap di seluruh wilayah Kotim. “Empat belas titik ini akan beroperasi bertahap dan tersebar di berbagai kecamatan,” ujarnya.
Menjawab kekhawatiran masyarakat soal keamanan makanan, Rini memastikan seluruh dapur pelaksana telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
”Relawan juga harus memiliki sertifikat penjamah makanan serta uji sampel air dan makanan sebelum beroperasi, untuk mencegah terjadinya KLB (Kejadian Luar Biasa) keracunan makanan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMK Santo Yosep Sampit, Antonius Parolian Situngkir, menyebut program ini sudah membantu 31 siswa di sekolahnya. ”Program MBG sangat membantu memenuhi gizi peserta didik, ekonomi orang tua juga terbantu,” ujarnya.
Antonius menekankan pentingnya tanggung jawab pelaksana program dalam memastikan kualitas makanan.
”Kami harapkan pihak pelaksana tidak lempar tanggung jawab. Ini kami khawatirkan seperti yang beredar di media nasional, ada makanan yang kurang diperhatikan sampai mengakibatkan keracunan. Kami harapkan pihak pelaksana dapat memastikan keamanan pangan sebelum diantar ke siswa penerima manfaat,” katanya.
Dia juga mengapresiasi antusiasme siswanya meski di awal sempat memilih-milih makanan.
”Memang mereka mengaku tidak terlalu menyukai makanannya, karena maunya makan yang enak. Saya berikan pemahaman bahwa enak belum tentu bergizi. Syukurlah anak-anak akhirnya menghabiskan makanannya,” ujarnya.
Antonius berharap distribusi MBG terus berjalan lancar. ”Distribusi makanan jam 09.00 dan jam 12.00 WIB dilakukan tepat waktu. Mudah-mudahan ke depan tetap berjalan baik tanpa kendala,” katanya.
Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, menyambut baik pelaksanaan program ini di sekolahnya. ”Alhamdulillah, 923 siswa penerima manfaat antusias menikmati Makan Bergizi Gratis yang disantap siang hari saat istirahat kedua,” ujarnya.
Suyoso berharap program MBG berjalan konsisten dan memberi dampak positif bagi siswa.
”Kami sangat mendukung program MBG. Siswa penerima manfaat tidak perlu membawa bekal dan ini sangat membantu mengurangi jajan di sekolah. Setiap hari jumlah porsi disesuaikan dengan kehadiran siswa, sehingga makanan benar-benar dimakan dan tidak mubazir,” katanya. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.