Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Akhir Tahun Penuh Risiko, Tanda-Tanda Cuaca Ekstrem Menerjang Kotim

Usay Nor Rahmad • Kamis, 6 November 2025 | 16:44 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Dibuat dengan akal imitasi)
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Dibuat dengan akal imitasi)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Menjelang akhir tahun 2025, tanda-tanda cuaca ekstrem mulai terlihat di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan deras, banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengatakan perubahan cuaca akhir tahun kerap tidak menentu.

Hujan lebat disertai angin bisa datang tiba-tiba dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan mengancam keselamatan.

“Kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan sekadar kewajiban, tapi panggilan untuk melindungi kehidupan. Bencana memang tak bisa dicegah, tapi kerugian bisa dikurangi jika kita siap,” ujarnya, Kamis (6/11).

BPBD meminta masyarakat memahami kondisi lingkungan masing-masing, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.

Warga diminta menyiapkan langkah mitigasi sederhana, seperti membersihkan selokan, menyiapkan alat darurat, serta memindahkan barang penting ke tempat yang lebih aman.

“Perkuat koordinasi dengan tetangga dan pemerintah desa agar informasi dan bantuan bisa cepat diterima saat bencana terjadi,” tambah Multazam.

Sementara itu, BMKG Kotim memprediksi wilayah Kalimantan Tengah akan mengalami curah hujan kategori menengah sepanjang November.

Namun, wilayah selatan Kotim berpotensi mengalami curah hujan di atas normal menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Sebagian wilayah selatan Kotim berpotensi memiliki curah hujan di atas normal,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotim Rizaldo Raditya.

Multazam menegaskan, kesadaran dan kerja sama masyarakat menjadi kunci menghadapi ancaman cuaca ekstrem.

BPBD juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi seperti pemetaan wilayah rawan, sistem peringatan dini, koordinasi dengan relawan, hingga penanganan cepat saat banjir terjadi.

“Mari bersatu, waspada, dan tangguh menghadapi cuaca ekstrem demi keselamatan bersama,” pungkasnya.(oes)

Editor : Slamet Harmoko
#bencana #Hidrometeorologi #sampit #kotim #kalteng