PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat, perekonomian Kalteng pada triwulan III tahun 2025 tumbuh sebesar 5,36 persen, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (y-on-y). Hal itu diutarakan Kepala BPS Provinsi Kalteng Agnes Widiastuti, Rabu (5/11).
Menurutnya, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Perusahaan sebesar 17,85 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,23 persen.
Lalu lanjutnya, ekonomi Kalteng triwulan III-2025 terhadap triwulan II-2025 tumbuh sebesar 1,60 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Konstruksi sebesar 16,78 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 9,43 persen.
Agnes juga mengungkapkan, ekonomi Kalteng kumulatif hingga triwulan III-2025 tumbuh sebesar 4,80 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Perusahaan yang tumbuh sebesar 15,99 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,25 persen.
“Struktur ekonomi Kalimantan secara spasial pada triwulan III-2025 masih didominasi Provinsi Kalimantan Timur sebesar 45,61 persen. Provinsi Kalimantan Tengah berada di urutan keempat dengan kontribusi sebesar 12,48 persen,” paparnya.
Agnes menjelaskan, usaha pertambangan masih menjadi salah satu sektor penopang utama ekonomi Kalteng, terutama dari peningkatan ekspor batubara, di tengah menurunya ekspor pertambangan lainnya, seperti emas dan zirkon.
Dipaparkannya, produksi batu bara Kalteng triwulan III-2025 meningkat baik secara q-to-q maupun y-on-y. Sejalan dengan indikator volume ekspor batubara yang naik 8,35 persen secara triwulanan dan 18,02 persen secara tahunan.
Diungkapkannya pula, kontribusi sektor pertambangan berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB), perekonomian Kalteng triwulan III-2025, yakni mencapai Rp59,7 triliun. Sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp30,9 triliun.
Sementara itu untuk komponen pengeluaran, Agnes menyebutkan terdiri atas Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 37,45 persen, Konsumsi Rumah Tangga 36,56 persen, Konsumsi Pemerintah 11,85 persen, serta Konsumsi Lembaga Nonprofit (PK-LNPRT) sebesar 1,55 persen. Selain itu, impor barang dan jasa yang menjadi pengurang dalam struktur PDRB, yakni mencapai 43,95 persen. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama