PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Jenazah pelaku gantung diri di gerbang (gapura) Bundaran Kecubung Pangkalan Bun (Bundaran Pangkalan Lima) Jalan Jenderal Ahmad Yani RT 23 Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng telah dipulangkan ke kampung halamannya di Malang, Jawa Timur, Rabu (5/11/2025)
Hal ini dibenarkan oleh pihak Dinas Sosial Kotawaringin Barat melalui Pelaksana Harian Kabid Penanganan Bencana, Saini dikonfirmasi Rabu 5 November 2025.
Menurutnya, korban atas nama Lugianto (44) dipulangkan atas permintaan pihak keluarga yang mendapat informasi dari mantan istri siri korban. Biaya pemulangan juga ditanggung oleh pihak keluarga.
"Informasi yang kami terima, mantan istrinya setelah tau ada kejadian tersebut, memberikan informasi kepada keluarga korban di Malang, lantas pihak keluarga meminta agar dipulangkan," ungkap Saini.
Pelaku Gantung Diri Meninggal Dunia
Sementara itu, menjawab isu yang beredar di media sosial yang menyebut korban masih hidup bahwa hal itu tidak benar.
Bahwa foto yang beredar di media sosial tersebut adalah pada saat korban usai dirawat saat sebelumnya diduga mencoba bunuh diri dengan meminum arak dan bermacam obat-obatan. "Itu sebelum kejadian gantung diri," tegasnya.
Kronologis awalnya, kata Saini, bahwa sebelum kejadian pihak Dinsos dihubungi RSUD Sultan Imanuddin menginformasikan ada pasien terlantar tanpa identitas dan sudah selesai pengobatan boleh di jemput Dinsos.
"Kami kemudian membawa ke kantor. Identitasnya hanya mengaku nama Sugianto. Setelah kami ajak bicara mengaku berasal dari Malang dan tidak mau dipulangkan ke Malang," ungkap Saini.
Lantas korban meminta dipulangkan ke bapak Kosim alamat di Jalan Ahmad Yani, Pangkalan Bun, sekitar 150 meter dari gerbang makam umum.
"Kami serahkan katanya banyak temannya di sana, begitulah kronologis awalnya sebelum gantung diri. Foto yang beredar itu adalah sebelum gantung diri, sehingga banyak yang menganggap masih hidup," bebernya.
Sementara informasi dihimpun korban baru dipulangkan pada Rabu 5 November karena hari sebelumnya sempat terjadi cancel penjadwalan pengiriman. (sam)
Editor : Slamet Harmoko