Radarsampit.jawapos.com – Kondisi Jembatan Ulin di Jalan Iskandar, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kian memprihatinkan.
Struktur jembatan yang menjadi salah satu jalur penghubung penting di pusat kota itu kini terlihat melengkung dan mulai turun di bagian hilir.
Sejumlah warga mengaku khawatir saat melintas di atas jembatan tersebut.
“Jembatanya nyaris patah, kalau lewat sini harus waspada,” kata Dayat, salah seorang warga yang melintas, Selasa (4/11/2025).
Pantauan di lapangan, bagian lantai jembatan tampak menurun, sementara pagar pembatasnya di sisi hilir sudah tambak dan miring. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas pada malam hari.
Beruntung, jembatan ini jarang dilalui kendaraan berat sehingga kerusakannya tidak secepat Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono yang sempat viral beberapa waktu lalu. Meski demikian, warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar tidak terjadi hal serupa.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Penataan Ruang Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan bahwa pembangunan dua jembatan penting di wilayah itu sebenarnya sudah direncanakan sejak 2023.
“Pembangunan Jembatan Sei Mentawa 1 (Jembatan Patah) dan Jembatan Sei Mentawa 2 di Jalan Iskandar sebenarnya sudah direncanakan sejak 2023. Namun, anggaran untuk perencanaan dan feasibility study (FS) kala itu terkena efisiensi sehingga belum bisa direalisasikan,” jelas Mentana.
Menurutnya, proses perencanaan akan kembali dilakukan tahun ini agar proyek tersebut bisa segera direalisasikan.
“Jembatan Patah sudah sempat kami anggarkan tahun 2023 untuk FS dan perencanaan, tapi karena efisiensi anggaran akhirnya tertunda. Tahun ini insyaallah akan kami lakukan FS lagi. Dua jembatan ini agak pelik karena berkaitan dengan lahan dan struktur konstruksi yang belum jelas, jadi perlu kajian lebih mendalam,” ujarnya.
Setelah kajian teknis rampung, pemerintah daerah baru akan memutuskan jenis konstruksi yang paling tepat agar kuat dan tahan lama.
“Kalau FS sudah selesai, kita bisa menentukan konstruksi yang paling sesuai. Yang pasti, kondisi jembatan ini tetap jadi perhatian kami. Sambil menunggu pembangunan permanen, kami akan terus melakukan pemeliharaan agar tetap bisa difungsikan oleh masyarakat,” tandas Mentana. (oes)
Editor : Slamet Harmoko