SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Viral kemunculan satwa laut di Muara Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Resort Sampit.
Setelah meninjau video yang beredar di media sosial, pihak BKSDA memastikan bahwa hewan yang muncul itu adalah lumba-lumba, bukan pesut apalagi paus seperti yang ramai disebut warga.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan bahwa dirinya juga telah melihat video yang menjadi perbincangan publik.
“Kalau lihat videonya, sepertinya lumba-lumba. Kalau paus atau pesut, itu sepertinya bukan,” ujarnya, Senin (3/11/2025).
Menurut Muriansyah, kemunculan lumba-lumba di muara sungai bukan hal yang mustahil. Ia menduga hewan cerdas itu mendekat karena tertarik bau amisatau anyir ikan kecil hasil tangkapan nelayan.
“Mungkin karena bau ikan yang ditangkap nelayan, makanya lumba-lumba mendekat,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pengalamannya bertugas di muara Sungai Kumai, Seruyan, dan Mentaya, para nelayan umumnya mengetahui bahwa lumba-lumba bukan hewan berbahaya.
“Nelayan tidak pernah menangkap lumba-lumba. Mereka tahu bahwa hewan ini justru bisa menolong bila ada nelayan yang tenggelam. Bisa dibilang, lumba-lumba itu sahabat nelayan,” ujarnya.
Menindaklanjuti fenomena ini, BKSDA berharap tak ada warga yang menyerang atau membunuh lumba-lumba. Ia juga mengingatkan agar tetap menjaga ekosistem, tak hanya di darat namun juga di laut.
“Masyarakat perlu tahu pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” tutur Muriansyah.
Ia juga menegaskan bahwa untuk kajian ilmiah lebih lanjut mengenai spesies tersebut, instansi kelautan dan perikanan (KKP) sebaiknya ikut terlibat.
“Kalau bicara soal mamalia laut, sebenarnya itu kewenangan KKP. Tapi kami tetap akan membantu dari sisi edukasi dan pengawasan di lapangan,” imbuhnya.
Fenomena langka kemunculan lumba-lumba di Muara Sungai Mentaya ini seakan menjadi penanda bahwa ekosistem sungai masih cukup baik. BKSDA berharap, momen ini menjadi pemicu kesadaran masyarakat untuk ikut melindungi satwa air dan habitatnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dihebohkan dengan kemunculan seekor satwa air besar di perairan Muara Sungai Mentaya. Rekaman video yang viral di media sosial memperlihatkan hewan tersebut muncul ke permukaan dan sempat mendekati perahu nelayan yang baru saja menarik jala berisi banyak ikan.
Awalnya, warga mengira hewan tersebut adalah seekor paus. Namun, beberapa warga lain menyebut satwa itu mirip dengan pesut. Setelah diamati lebih jelas, sebagian besar warga yakin bahwa hewan tersebut adalah lumba-lumba. (oes)
Editor : Slamet Harmoko