PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Ketentraman warga di Palangka Raya kembali terusik dengan teror Binatang melata. Baru-baru ini terjadi di dua lokasi berbeda, yakni seekor anak Ular Piton sepanjang 90 sentimeter di Jalan Intan dan seekor Ular Piton Panjang 3 meter, diameter 2,5 inci di Jalan Temanggung Tilung XII, Gang Keluarga.
Pihak tim rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Palangka Raya kembali turun tangan untuk mengevakuasi kedua ular tersebut.
Koordinator Tim Rescue Damkar Palangka Raya Sucipto mengungkapkan, di Jalan Intan, seekor anak Ular Piton dengan diameter 4 inci itu didapati bersembunyi di bawah pagar tembok beton batako. Lokasi itu ada urukan pasir rendah yang cocok menjadi tempat persembunyian hewan melata tersebut.
“Ular itu biasanya mencari makan seperti tikus, anak tikus, bahkan anak kucing. Dari ukuran dan lokasi penemuan, besar kemungkinan ular ini satu indukan dengan yang sempat masuk ke box motor warga beberapa hari lalu,” ujarnya, Minggu (2/11).
Sementara itu di kediaman warga di Jalan Temanggung Tilung, tim rescue mendapati Ular Piton dewasa berada di kandang ternak ayam dan sudah menyantap satu ekor peliharaan warga itu.
“Pemilik kandang awalnya ingin memberi makan ternaknya, tapi saat membuka pintu kandang malah melihat Ular Piton besar sedang melingkar. Setelah diperiksa, satu ekor ayamnya sudah dimangsa,” beber Sucipto.
Pihaknya menduga, ada ular lain di lokasi itu. Hal itu berdasarkan pengalaman pihaknya yang pernah menemukan sekitar 30 biji telur Ular. Menurutnya situasi di lokasi itu sangat mendukung untuk perkembangbiakan ular.
“Petugas bersama warga berhasil mengevakuasi ular piton itu menggunakan alat penjepit khusus. Ular kemudian dimuat dalam karung dan dilepasliarkan ke alam bebas yang jauh dari pemukiman warga,” papar Sucipto.
Dirinya pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada di musim hujan saat ini, karena pada periode ini ular sering berpindah tempat untuk mencari makanan dan tempat kering. Termasuk ke area pemukiman warga.
“Kami minta tingkatkan kewaspdaan dan langsung hubungi tim damkar. Ingat, jangan evakuasi sembarangan karena bisa membahayakan keselamatan,” tandas Sucipto. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama