PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Jumlah korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah di salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kembali bertambah.
Sebelumnya, lima murid mengaku mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari oknum kepala sekolah yang baru beberapa waktu menjabat tersebut. Kini, dua murid lain juga mengaku mengalami perlakuan serupa. Dengan demikian, total korban dugaan pelecehan seksual mencapai tujuh orang siswa.
Meski demikian, dari tujuh korban tersebut, hanya dua orang yang berani melapor. Sementara lima lainnya memilih diam karena orang tua mereka menganggap perlakuan sang kepala sekolah masih dalam batas wajar.
“Dari tujuh korban, hanya dua orang tua yang melapor. Lima lainnya belum karena orang tuanya menganggap tindakan kepala sekolah masih dalam batas wajar,” ujar seorang pejabat Korwil Satuan Pendidikan (Satdik) Kecamatan Kotawaringin Lama.
Pihak Korwil Satdik saat ini tengah berupaya memfasilitasi konfrontasi antara orang tua korban dengan oknum kepala sekolah. Namun, proses mediasi terkendala karena tokoh masyarakat setempat enggan turut mendampingi pertemuan tersebut.
“Mediasi belum bisa dilakukan karena tokoh masyarakat belum bersedia hadir dan waktu pertemuan juga belum disepakati,” tambahnya.
Meski demikian, upaya hukum terhadap oknum kepala sekolah yang masih berstatus Plt tersebut tetap berlanjut.
“Proses hukum terus berjalan. Kami juga akan melaporkan kasus ini kepada unsur pimpinan daerah,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno