Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Magis di Balik Fosil Kayu, Fotografi Ungkap Sisi Misterius Museum Kayu Sampit

Usay Nor Rahmad • Minggu, 26 Oktober 2025 | 11:15 WIB
Fosil kayu purba yang menjadi koleksi Museum Kayu Sampit sukses diabadikan oleh bidikan kamera salah satu fotografer dalam sebuah bingkai yang memikat.
Fosil kayu purba yang menjadi koleksi Museum Kayu Sampit sukses diabadikan oleh bidikan kamera salah satu fotografer dalam sebuah bingkai yang memikat.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Siapa sangka, di balik dinding dan etalase kaca, kayu tua Museum Kayu Sampit, tersimpan begitu banyak keindahan yang belum benar-benar tereksplorasi.

Fakta ini terungkap saat digelarnya Lomba Fotografi dalam rangka Hari Museum Nasional dan Hari Jadi ke-21 Museum Kayu Sampit, yang sukses membuka mata banyak pihak terhadap pesona tersembunyi koleksi museum tersebut.

Para juri dibuat takjub oleh hasil jepretan para peserta. Salah satunya adalah foto yang menampilkan fosil kayu berusia ratusan tahun. Foto ini sempat menghebohkan dewan juri dan panitia yang tengah berada di lokasi.

Novyarden, salah satu juri dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotawaringin Timur (Kotim), mengaku baru menyadari keindahan fosil tersebut. Padahal, ia sudah berkali-kali memotret di area museum.

“Fosil itu tersimpan di pojok ruang pamer, tidak banyak yang memperhatikan. Tapi lewat kamera peserta, tampilannya benar-benar menakjubkan,” ungkapnya, Minggu (26/10/2025).

Hasil foto itu tampak begitu magis, dengan latar belakang hitam yang membuat fosil terlihat terisolasi sempurna. Sentuhan ray of light tipis dari pencahayaan museum menambah kesan elegan pada foto tersebut.

“Komposisinya kuat, pencahayaannya lembut. Ini menunjukkan bagaimana sudut pandang berbeda bisa menghidupkan kembali benda-benda museum,” kata Ridho, fotografer profesional yang juga menjadi juri lomba.

Menurut Ridho, temuan ini menjadi bahan evaluasi bagi pengelola museum agar lebih memperhatikan potensi artistik dari setiap koleksi.

“Ke depan, mungkin bisa dikemas lebih menarik. Sayang sekali bila koleksi bersejarah ini tidak diangkat dengan cara yang lebih kreatif,” tambahnya.

Tak hanya fosil kayu, sejumlah karya lain juga mengundang decak kagum. Ada yang menyorot detail serat kayu langka, bayangan lembut di permukaan patung, hingga perahu tradisional yang tampak seolah bercerita.

Lewat fotografi, dimensi lain dari koleksi museum pun terungkap mengingatkan bahwa sejarah bukan hanya untuk dilihat, tapi juga untuk dirasakan.

Sementara itu, Museum Kayu Sampit yang berlokasi di Jalan S. Parman, Kabupaten Kotawaringin Timur, tengah bersiap menampilkan wajah baru.

Tak sekadar menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, museum ini akan ditata ulang agar menjadi destinasi wisata edukasi berbasis digital yang lebih menarik bagi masyarakat.

Kepala UPTD Museum Kayu Sampit Dwi Astuti Wardani, menjelaskan bahwa penataan ulang akan difokuskan pada koleksi dan tata ruang agar lebih tertata dan informatif.

“Ke depan, kami ingin museum ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar interaktif yang bisa diakses secara digital,” ujarnya.

Saat ini, museum menyimpan sekitar 400 koleksi, mulai dari berbagai jenis kayu khas Kalimantan, alat pengolahan kayu pada masa kejayaan industri perkayuan, hingga lokomotif kecil yang dahulu digunakan untuk mengangkut hasil hutan.

Tak kalah menarik, museum juga menyimpan tulang besar ikan paus yang pernah terdampar di Pantai Ujung Pandaran, serta prototipe mobil milik Bupati pertama Kotawaringin Timur, Tjilik Riwut sebuah bukti sejarah yang jarang diketahui publik.

Meski terkendala anggaran untuk menambah koleksi baru, pengelola terus berupaya menghadirkan inovasi agar museum semakin diminati, terutama oleh generasi muda.

“Langkah ini kami lakukan agar Museum Kayu semakin dikenal. Anak-anak muda harus tahu sejarah daerahnya, tapi dengan cara yang menarik dan kekinian,” tutur Dwi.

Dengan semangat transformasi digital dan pendekatan kreatif seperti lomba fotografi, Museum Kayu Sampit kini tak hanya menjadi tempat mengenang masa lalu, tetapi juga ruang interaktif yang menjembatani sejarah dan seni visual masa kini. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Fosil Kayu #sampit #museum kayu