JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyerahkan 40 nama calon penerima gelar Pahlawan Nasional kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Sejumlah tokoh ternama, seperti Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta aktivis buruh Marsinah, termasuk dalam daftar tersebut.
Mengutip laman resmi Kementerian Sosial (Kemensos), nama-nama itu dinilai telah memenuhi syarat untuk dianugerahi gelar pahlawan nasional.
Proses pembahasan sudah dilakukan selama beberapa bulan terakhir oleh tim yang dipimpin langsung oleh Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul.
“Beberapa nama sebenarnya sudah memenuhi syarat sejak beberapa tahun lalu. Namun tahun ini kami putuskan untuk mengajukannya, di antaranya Presiden Soeharto, Presiden Abdurrahman Wahid, dan Marsinah,” ujar Gus Ipul.
Tahapan pengusulan nama-nama calon pahlawan tersebut berasal dari masyarakat dan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD).
Setelah diverifikasi, dokumen pengusulan ditandatangani oleh bupati atau wali kota, kemudian gubernur, sebelum akhirnya diteruskan ke Kementerian Sosial untuk proses penilaian akhir.
“Tahap selanjutnya akan dibahas sepenuhnya oleh Dewan Gelar, dan kami akan menunggu hasilnya bersama-sama,” tambahnya.
Gus Ipul juga menegaskan bahwa pengusulan nama Soeharto datang dari banyak pihak, bukan hasil keputusan pribadi atau kelompok tertentu. “Semua sudah melalui mekanisme yang berlaku, dengan mendengarkan berbagai pendapat dan pertimbangan,” katanya.
Berikut daftar beberapa nama calon penerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini:
-
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
-
Soeharto
-
Marsinah
-
Syaikhona Muhammad Kholil (Syaikhona Kholil Bangkalan)
-
KH Bisri Syamsuri
-
KH Muhammad Yusuf Hasyim
-
Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf
-
Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin
Kemensos menyebutkan, selain nama-nama tersebut, masih ada puluhan tokoh lain dari berbagai daerah yang sedang dalam proses penilaian untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun ini. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko