Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Puluhan Siswa Sekolah Rakyat Kotim Ada yang Masih Buta Huruf, Ini yang Dilakukan Gurunya

Usay Nor Rahmad • Rabu, 22 Oktober 2025 | 07:05 WIB
Salah seorang guru Sekolah Rakyat Kotim saat mengajari siswanya. (Ist)
Salah seorang guru Sekolah Rakyat Kotim saat mengajari siswanya. (Ist)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Tantangan besar dihadapi Sekolah Rakyat Kotawaringin Timur (Kotim). Dari seratus siswa yang menempuh pendidikan di sekolah gratis berasrama ini, puluhan di antaranya masih belum bisa membaca, menulis, dan berhitung.

Kepala Sekolah Rakyat Kotim, Nikkon Bhastari, mengatakan pihaknya menemukan sedikitnya 30 siswa sekolah dasar (SD) dan tiga siswa sekolah menengah atas (SMA) yang belum menguasai kemampuan dasar atau calistung.

“Kondisi ini tentu jadi perhatian serius kami. Karena itu, sekolah menambah jam belajar khusus di luar jadwal pelajaran reguler,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).

Langkah itu dilakukan melalui pendekatan mandiri yang melibatkan wali asrama sebagai pendamping siswa. Mereka memberikan pembelajaran tambahan di malam hari agar anak-anak yang tertinggal bisa segera mengejar ketertinggalan.

“Kami tidak ingin mereka merasa berbeda. Semua anak punya kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” tambah Nikkon.

Sekolah Rakyat Kotim sendiri menerapkan kurikulum nasional plus dengan sistem multi entry multi exit, di mana siswa dengan kemampuan lebih bisa mengikuti pembelajaran tambahan sesuai potensinya.

Saat ini, total siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut berjumlah 100 orang  terdiri dari 50 siswa SD dan 50 siswa SMA.

Selain fokus meningkatkan kemampuan akademik, pihak sekolah juga menekankan pendidikan karakter. Pembentukan sikap dan perilaku menjadi prioritas utama sebelum siswa diperkenalkan pada pelajaran umum.

“Kalau karakter mereka sudah terbentuk, semangat belajar dan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri juga ikut tumbuh,” jelasnya.

Nikkon menegaskan, Sekolah Rakyat Kotim hadir untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang belum pernah bersekolah sama sekali.

“Pendidikan di sini terbuka untuk semua. Tidak kami lihat dari kemampuan awalnya, tapi dari kemauan mereka untuk belajar,” tegasnya.

Dengan pendekatan yang sabar dan personal, Sekolah Rakyat Kotim berharap seluruh siswanya mampu mengejar ketertinggalan dan memiliki dasar kemampuan akademik yang kuat di masa depan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#buta huruf #Siswa Sekolah Rakyat Buta Huruf #Sekolah Rakyat