Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tragedi Penyeberangan Sungai Mentaya, Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia Terhimpit Kapal Feri

Slamet Harmoko • Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:55 WIB
Keluarga korban membawa jenazah Sofi, korban terhimpit kapal feri di Mentaya Seberang, Selasa (21/10/2025). (Istimewa)
Keluarga korban membawa jenazah Sofi, korban terhimpit kapal feri di Mentaya Seberang, Selasa (21/10/2025). (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Suasana duka menyelimuti warga Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur. Seorang bocah berusia enam tahun bernama Sofi meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tragis di area dermaga penyeberangan Sungai Mentaya, Selasa (21/10/2025).

Kejadian bermula ketika korban bersama orang tuanya hendak menyeberang menggunakan Kapal Feri Dian Mandiri.

Saat proses naik turun penumpang berlangsung, Sofi terpeleset dan jatuh ke sungai. Nahas, tubuh korban terhimpit antara badan kapal dan dermaga sebelum sempat diselamatkan warga.

“Benar, korban terpeleset dari kapal feri dan tercebur ke sungai. Saat itu kepala korban terjepit di antara kapal dan dermaga hingga mengalami luka parah dan meninggal dunia di tempat,” ujar Camat Seranau Dwi Kushendro.

Korban merupakan putra dari Sawadi Ali, seorang guru ngaji yang tinggal di Jalan Mufakat, Kelurahan Mentaya Seberang.

Peristiwa ini langsung mengundang perhatian warga sekitar yang berupaya menolong, namun nyawa bocah malang itu tak terselamatkan meski telah sempat dievakuasi ke RSUD Murjani.

Dwi mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait kini tengah mengevaluasi standar keselamatan di pelabuhan penyeberangan tersebut.

Ia menilai, perlu adanya peningkatan pengawasan dan penerapan prosedur keselamatan yang lebih ketat, terutama saat feri sedang sandar dan menurunkan penumpang.

“Ini menjadi pengingat penting bagi kita semua, terutama orang tua, agar selalu mengawasi anak-anak ketika berada di area penyeberangan. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi,” tegas Dwi.

Peristiwa tragis ini sekaligus membuka kembali sorotan terhadap aspek keselamatan di pelabuhan rakyat.

Aktivitas padat di Sungai Mentaya, ditambah minimnya fasilitas pengaman seperti pagar pembatas dan jalur pejalan kaki yang aman, membuat risiko kecelakaan semakin tinggi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan hal ini dengan segera memperbaiki fasilitas keselamatan di area pelabuhan penyeberangan.

“Kami berduka dan berharap tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban di tempat seperti ini,” ujar salah satu warga, Supriadi.

Jenazah Sofi kini telah dibawa ke rumah duka. Tangis keluarga dan warga mengiringi kepergian bocah kecil yang dikenal ceria itu. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#sungai mentaya #kapal feri #penyeberangan #bocah tewas di sungai mentaya #penyeberangan sungai mentaya