Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Berburu Nyamuk dengan Raket Elektrik, Petaka Menyapa Kios BBM di Palangka Raya

Dodi Abdul Qadir • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 11:40 WIB
SEMPAT PANIK: Warga Jalan Beliang Induk sempak dibuat panik setelah munculnya kobaran api yang dipicu dari raket nyamuk, Kamis (16/10/2025) malam.
SEMPAT PANIK: Warga Jalan Beliang Induk sempak dibuat panik setelah munculnya kobaran api yang dipicu dari raket nyamuk, Kamis (16/10/2025) malam.

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Ketenangan warga Jalan Beliang Induk, Palangka Raya, Kamis (16/10/2025) malam, mendadak pecah oleh kobaran api.

Sebuah kios eceran BBM dan ruko nyaris hangus setelah uap Pertalite tersambar raket nyamuk elektrik.

Kesigapan warga memadamkan api berhasil mencegah bencana lebih besar terjadi.

Informasi dihimpun Radar Sampit, api dipicu raket nyamuk elektrik yang digunakan terlalu dekat dengan uap bahan bakar Pertalite.

Saat itu, Pebri (27), pemilik ruko sekaligus penjual eceran BBM, tengah memindahkan bensin dari tangki mobil ke baskom plastik di halaman depan ruko.

”Di saat bersamaan, ibu Pebri sedang memburu nyamuk dengan raket nyamuk elektrik di dekat lokasi penampungan. Saat nyamuk terbakar, api dari raket langsung menyambar uap BBM yang sedang keluar,” kata Kepala Seksi Pengendali Operasi dan Komunikasi Penyelamatan Damkar Kota Palangka Raya, Sucipto, Jumat (17/10/2025).

Api langsung membesar dan menjilat bagian depan ruko. Warga yang panik segera beraksi menggunakan dua tabung alat pemadam api ringan (APAR) serbuk kimia kering milik rumah makan di seberang jalan, dibantu pasir untuk menutup kobaran api.

Dalam waktu sepuluh menit, api berhasil dikuasai sekitar sepuluh menit sebelum menjalar ke bangunan lain.

”Jadi, jangan sepelekan hal kecil jika dekat dengan BBM. Untungnya solidaritas warga luar biasa. Mereka bahu-membahu memadamkan api menggunakan pasir dan APAR. Saat tim gabungan tiba, kondisi sudah aman. Kami hanya memastikan tidak ada sisa bara,” ujar Sucipto.

Sejumlah tabung gas 15 kg dan 5 kg yang terisi penuh di lokasi tidak ikut meledak. Namun, bagian belakang mobil Calya yang digunakan menyalurkan bahan bakar mengalami kerusakan ringan.

Pebri sendiri mengalami luka bakar ringan di tangan kiri akibat percikan api dan langsung mendapat perawatan dari tim Rescue Damkar menggunakan perlengkapan medis di Ambulans 112.

”Lukanya ringan, sudah dibersihkan dan dibalut agar tidak infeksi,” ungkap Sucipto.

Selan Damkar, pengendalian api juga melibatkan berbagai unsur gabungan, seperti Dishub Kota Palangka Raya, PLN, BPK Swakarsa, BPBD Kota, BNPB Provinsi, Satgas Karhutla Provinsi, TNI, Polri, dan warga sekitar

Sucipto mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan alat elektronik di sekitar bahan bakar, karena uap Pertalite sangat mudah terbakar.

”Hindari penggunaan raket nyamuk, korek api, atau peralatan listrik di area penyimpanan BBM. Sedikit percikan saja bisa memicu kebakaran,” tegasnya. (daq/ign)

Editor : Gunawan.
#Raket #PALANGKA RAYA #kebakaran #ruko #Kios BBM