SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Seekor lutung abu-abu (Trachypithecus cristatus) yang sebelumnya diselamatkan setelah menjadi korban tabrak lari akhirnya dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di wilayah hutan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Meski kondisinya belum pulih 100 persen, keputusan itu diambil agar satwa tersebut bisa memulihkan diri secara alami di alam bebas.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan lutung tersebut telah menunjukkan tanda-tanda membaik.
Luka sobek di tubuhnya sudah dijahit, dan perilakunya mulai aktif. Namun, dari hasil observasi, tulang tangan lutung itu diduga masih mengalami patah ringan.
“Walaupun belum 100 persen sehat, kami putuskan untuk segera dilepasliarkan. Dia sudah bisa makan dan minum, serta memiliki kemampuan untuk mengobati dirinya sendiri di alam,” kata Muriansyah, Jumat (17/10/2025 ).
Menurutnya, pakan alami lutung berupa pucuk daun, bunga, buah, dan serangga tersedia melimpah di habitat pelepasliaran. Dengan insting alaminya, lutung diyakini mampu mencari makanan dan memanfaatkan daun-daun herbal untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
“Kami berharap dengan segera dilepas ke hutan, lutung ini kembali bersemangat dan bisa mengobati dirinya sendiri. Kalau terlalu lama dikandangkan, justru dikhawatirkan stres dan akhirnya mati,” ujarnya.
Muriansyah menambahkan, spesies seperti lutung dan bekantan memang tergolong sulit direhabilitasi, karena sangat sensitif terhadap kondisi penangkaran. Ketika dikandangkan terlalu lama, meski diberi makanan cukup, satwa ini sering tampak murung dan tidak bersemangat.
“Satwa liar seperti lutung dan bekantan ini tidak mudah direhab. Mereka cepat stres. Karena itu, pelepasliaran adalah langkah terbaik,” jelasnya.
Kegiatan pelepasliaran tersebut turut dibantu Komunitas Pecinta Satwa Liar Sampit. Petugas memastikan lokasi pelepasliaran aman dan memiliki ketersediaan pakan alami.
Lebih lanjut, Muriansyah menyinggung bahwa masyarakat Kalimantan sejak dulu banyak belajar pengobatan tradisional dari perilaku satwa liar.
“Dulu orang-orang kita banyak belajar dari alam, termasuk dari perilaku satwa liar seperti lutung. Mereka tahu daun, bunga, akar, atau kulit pohon mana yang bisa jadi obat, karena mengamati hewan-hewan ini,” tambahnya.
Sebelumnya, lutung tersebut diselamatkan oleh warga setelah diduga ditabrak kendaraan di sekitar Desa Bajarum, Kecamatan Kota Besi, Rabu malam (15/10/2025). Warga yang iba melihat satwa itu berusaha meminta tolong dengan menggerakkan tangannya, lalu menyerahkannya ke petugas Disdamkarmat Kotim.
Setelah mendapat perawatan medis di Klinik Dokter Rusdi dengan dukungan Animal Rescue Sampit, kini lutung itu kembali ke hutan tempat terbaik untuk memulihkan diri dan melanjutkan kehidupannya di alam bebas. (oes)
Editor : Slamet Harmoko