Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sudah Dua Kali Terendam Sebulan, SDN Kunjung Lampuyang Butuh Prioritas Bantuan Pemerintah

Usay Nor Rahmad • Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:53 WIB
Pelajar SDN Kunjung Lampuyang, tetap belajar di tengah kondisi banjir rob yang merendam sekolah mereka. (Endra Wijaya)
Pelajar SDN Kunjung Lampuyang, tetap belajar di tengah kondisi banjir rob yang merendam sekolah mereka. (Endra Wijaya)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Aktivitas belajar di SDN Kunjung Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, kembali terganggu akibat banjir rob yang merendam sekolah. Dalam sebulan terakhir, banjir sudah dua kali melanda sekolah tersebut, bahkan air sudah masuk ke ruang kelas.

Kepala SDN Kunjung Lampuyang Endra Wijaya, mengatakan bahwa banjir rob sudah menjadi langganan setiap kali air pasang naik, terutama ketika bersamaan dengan hujan deras.

“Sudah lama banjir ini terjadi. Saat air pasang dan turun hujan, sekolah kami pasti kebanjiran. Dalam satu bulan ini saja sudah dua kali kami kebanjiran,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Endra mengungkapkan bahwa pihak sekolah sudah berupaya melakukan langkah sederhana untuk mengurangi dampak banjir, seperti memasang papan penahan air di sekitar ruang kelas. Namun, keterbatasan anggaran membuat upaya tersebut belum maksimal.

“Kami memasang papan untuk meminimalisir agar tidak terjadi apa-apa. Tapi karena anggaran terbatas, kemampuan kami hanya sebatas itu,” katanya.

Selain itu, pihak sekolah juga lebih ketat dalam menjaga keselamatan siswa agar tidak bermain di sekitar aliran sungai yang berada tepat di depan sekolah.

“Kami selalu mengingatkan siswa agar tidak mendekati sungai, dan kami juga ekstra menjaga mereka agar lebih aman,” tambahnya.

Endra berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan DPRD Kotim, bisa memberikan perhatian khusus terhadap kondisi sekolah yang rawan banjir tersebut.

Ia menuturkan, proposal bantuan untuk pengurukan dan rehabilitasi ruang kelas sudah diajukan ke dinas, namun hingga kini belum terealisasi.

“Harapan kami mendapat bantuan berupa pengurukan maupun rehab kelas, karena ruang kelas dan lapangan kami sangat rendah.

Selain itu, banyak ruang kelas yang sudah rusak. Proposal sudah kami ajukan ke dinas, tapi belum rezekinya kami dapat bantuan. Semoga ke depan mendapat prioritas,” ujarnya penuh harap.

Endra juga menyampaikan bahwa pihaknya sempat bertemu dengan Wakil Ketua DPRD Kotim Rudianur saat reses di Desa Lampuyang. Dalam pertemuan itu, Rudianur berjanji akan mengusahakan bantuan penimbunan lapangan sekolah agar aktivitas belajar siswa bisa berjalan dengan lebih nyaman.

“Kemarin saat beliau reses ke desa kami, Pak Rudianur mengusahakan bantuan untuk penimbunan lapangan sekolah. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” tutupnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#sekolah kebanjiran #bantuan pemerintah #SDN Kunjung Lampuyang