Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Laga Italia vs Israel Berpotensi Kerusuhan Besar. Otoritas Keamanan Terapkan Siaga I

Agus Jaka Purnama • Selasa, 14 Oktober 2025 | 06:00 WIB
Pertengkaran pemain timnas Israel dan Italia saat laga pertemuan pertama mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa, beberapa waktu lalu.
Pertengkaran pemain timnas Israel dan Italia saat laga pertemuan pertama mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa, beberapa waktu lalu.

radarsampit.jawapos.com-Laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa antara timnas Italia vs Israel diprediksi bakal berlangsung panas. Bahkan Otoritas keamanan Italia telah menerapkan status siaga satu, level tertinggi dalam sistem pengamanan nasional.

Nampaknya pertemuan kedua tim itu, bukan sekadar duel sepak bola, tetapi disebut sarat muatan politik, serta isu kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan di Jalur Gaza, Palestina.

Pemerintah Italia bahkan memperingatkan, laga ini bisa menjadi potensi kerusuhan besar akibat protes terhadap tindakan militer Israel di Palestina.

Italia versus Israel dalam lanjutan World Cup Qualifiers (WCQ) 2026 Zona Eropa digelar di Stadion Friuli, Udine, Italia. Dapat disaksikan melalui live streaming Vision+ pada Rabu (15/10/2025) pukul 01.45 WIB.

Menurut laporan Sportmediaset, pemerintah lokal Udine sudah menetapkan pembatasan ketat sejak pukul 08.00 hingga tengah malam pada hari pertandingan. Bahkan selama waktu pertandingan, penjualan minuman dalam kemasan kaca, keramik, atau kaleng dilarang keras. Sementara bar dan restoran di sekitar stadion diwajibkan menyingkirkan furnitur luar ruangan dan teras, guna mencegah benda tersebut disalahgunakan sebagai senjata oleh demonstran.

Kebijakan itu diambil, lantaran diperkirakan bahwa lebih dari 10.000 orang akan melakukan aksi protes di sekitar stadion. Aksi itu digagas oleh Komite Palestina-Udine, kelompok pro-Palestina yang menentang genosida terhadap warga Gaza dan menyerukan boikot terhadap Israel.

“Demonstrasi ini bisa menjadi kesempatan bagi kelompok ekstremis untuk melakukan infiltrasi,” ungkap laporan resmi Komite Ketertiban dan Keamanan Publik Udine.

Ketegangan pun makin meningkat setelah terungkap bahwa Mossad yang merupakan badan intelijen Israel, turun langsung mengamankan skuad asuhan pelatih Ran Ben Shimon itu selama berada di Italia. Tempat penginapan timnas Israel juga dirahasiakan, dengan pengawalan ketat 24 jam penuh dari agen-agen intelijen mereka.

Hal itu juga justru menimbulkan kontroversi diplomatik, lantaran Pemerintah Italia membantah memberi izin resmi bagi Mossad untuk beroperasi di wilayahnya.Meski demikian, Israel tetap bersikeras mengerahkan personelnya dengan alasan keamanan nasional.

Rencananya, 1.000 petugas kepolisian diturunkan untuk menjaga keamanan di dalam dan luar stadion. Selain itu suporter diwajibkan melewati pemeriksaan berlapis sebelum masuk stadion. Kemudian, massa pro-Palestina akan diarahkan ke pusat kota Udine untuk menghindari bentrokan langsung dengan fans sepak bola.

Pelatih timnas Italia Gennaro Gattuso, juga merespon situasi tersebut. Ia mengaku bahwa atmosfer pertandingan nanti sulit dibayangkan.Ia memahami tensi politik yang menyelimuti laga, tapi menegaskan bahwa tugas timnya tetap untuk bermain sebaik mungkin di lapangan.

“Kami harus fokus pada tugas kami. Kami butuh hasil dan tak boleh terjebak dengan hal-hal di luar lapangan. Saya sedih melihat apa yang terjadi di Gaza. Sungguh menyakitkan hati. Tapi kami harus tetap bertanding, karena jika tidak, kami bisa kalah WO 0-3.”ujar Gattuso dalam konferensi pers.

Gattuso juga mengingatkan para pemain agar tetap bermain dengan kepala dingin, mengingat laga ini bisa memengaruhi peluang Italia untuk lolos ke Piala Dunia 2026.

Saat ini Italia sedang mengejar Norwegia yang memimpin klasemen Grup I. Timnas berjuluk Gli Azzurri itu menempati posisi 2 klasemen dengan 12 poin dari 5 laga, tertinggal 6 dari Norwegia yang mengumpulkan 18 poin dari 6 laga.

Setelah absen di Piala Dunia 2018 dan 2022, Italia bertekad lolos ke FIFA World Cup 2026. Performa mereka sejak dilatih Gennaro Gattuso pun semakin membaik. Setelah tumbang 3-0 dari Norwegia di era Luciano Spalletti, Italia mencatat kemenangan beruntun atas Moldova 2-0, Estonia 5-0, Israel 4-5 dan Estonia lagi 1-3.

Sementara Israel,  dalam misi bangkit usai dilibas Norwegia dengan skor 5-0. Mereka berada di posisi 3 klasemen Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa dengan 9 poin. Jika kalah lagi dari Italia, Israel dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026.(tir/jpc)

Perkiraan Pemain

Italia (3-5-2): Gianluigi Donnarumma (GK); Giovanni Di Lorenzo, Federico Gatti, Alessandro Bastoni; Andrea Cambiasso, Nicolò Barella, Manuel Locatelli, Sandro Tonali; Giacomo Raspadori, Mateo Retegui. Pelatih: Gennaro Gattuso.

Israel (4-2-3-1): Daniel Perets; Eliazer Dasa, Or Blorian, Idan Nachmias, Roy Revivo; Eliel Peretz, Abu Fani, Anan Khalaili, Dan Biton, Manor Solomon; Oscar Gloukh. Pelatih: Ben Shimon.

Editor : Agus Jaka Purnama
#agen Mossad #Stadion Friuli #siaga 1 #kerusuhan #zona Eropa #italia vs israel #gennaro gattuso #WCQ 2026 #fifa world cup 2026