Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Setelah Sekian Lama, Jembatan Patah Kini Mulai Dapat Perhatian Serius

Usay Nor Rahmad • Senin, 13 Oktober 2025 | 19:42 WIB
Perbaikan jembatan patah di Jalan Kapten Mulyono Sampit, Senin (13/10/2025).(Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Perbaikan jembatan patah di Jalan Kapten Mulyono Sampit, Senin (13/10/2025).(Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai melakukan pemeliharaan serius terhadap Jembatan Sei Mentawa, yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Jembatan Patah, di Jalan Kapten Mulyono, Sampit.

Melalui UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP), pemerintah daerah kini fokus memperbaiki kondisi jembatan yang kerap dikeluhkan warga karena rusak dan membahayakan pengguna jalan.

Koordinator Lapangan UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Suhardiono, mengatakan pihaknya tengah melakukan pemeliharaan bertahap, dimulai dari lantai jembatan dan pelat besi yang mengalami kerusakan.

“Hari ini kami fokus memperbaiki lantainya, mengganti beberapa kayu, serta memperkuat baut yang banyak longgar akibat sering dilalui kendaraan bermuatan berat. Pekerjaan belum selesai, besok kami lanjutkan untuk memperbaiki pelat besinya,” ujar Suhardiono, Senin (13/10/2025).

Ia menegaskan, pemeliharaan Jembatan Patah akan dilakukan secara berkelanjutan agar jembatan tetap aman dan layak digunakan masyarakat. Selain itu, tanjakan jembatan yang sebelumnya hanya ditimbun agregat kini juga telah selesai diaspal agar tidak licin saat dilintasi kendaraan.

“Kami berupaya maksimal melakukan pemeliharaan Jembatan Patah secara rutin supaya kondisinya tetap baik dan tidak membahayakan,” tambahnya.

Suhardiono juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan tanah di sekitar tanjakan jembatan. Menurutnya, tindakan tersebut dapat mengganggu struktur dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Warga sudah kami tegur agar tidak menimbun tanah di sekitar fondasi jembatan. Hal itu sangat berbahaya karena bisa memengaruhi kekuatan konstruksi,” tegasnya.

Sebelumnya, warga sempat menimbun bagian tanjakan jembatan menggunakan tanah agar kendaraan lebih mudah melintas. Namun, langkah itu justru memperburuk kondisi dan menimbulkan kekhawatiran jembatan akan roboh.

Sebagai tindak lanjut, Dinas SDABMBKPRKP pada akhir September 2025 telah melakukan penimbunan ulang dengan agregat serta mengaspal permukaan tanjakan agar lebih kuat dan aman.

Upaya pemeliharaan ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah sembari menunggu rencana peningkatan struktur jembatan secara permanen pada tahun mendatang. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Jembatan Sei Mentawa #jembatan patah