KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Malam Minggu yang seharusnya menjadi waktu bersantai bagi warga Kuala Pembuang, justru berubah mencekam.
Jalan Ahmad Yani, terutama di sekitar Lapangan Gagah Lurus hingga Bundaran I, nyaris setiap pekan disulap menjadi arena balapan liar oleh sekelompok anak muda, tepat saat jarum jam menunjukkan tengah malam.
Aksi kebut-kebutan itu berlangsung dari pukul 00.00 WIB hingga dini hari, dengan suara knalpot memekakkan telinga dan laju motor yang membahayakan pengguna jalan lain.
Warga sekitar mengaku tidak berani keluar rumah karena takut tersambar motor yang melintas dengan kecepatan tinggi.
”Kalau sudah tengah malam, kami lebih baik tidak keluar. Suaranya keras sekali, dan mereka ngebut tanpa memikirkan keselamatan orang lain,” keluh Aji, warga Kuala Pembuang, Minggu (12/10) malam.
Selain menimbulkan kebisingan, aktivitas itu juga memicu kekhawatiran terjadinya kecelakaan di jalur utama kota.
Tak sedikit pengendara yang kaget ketika rombongan motor tiba-tiba melintas dengan kecepatan tinggi.
Aji berharap aparat kepolisian dan pemerintah daerah segera bertindak tegas.
”Kami bukan mau melarang anak muda menyalurkan hobi, tapi harus ada tempatnya. Jangan di jalan umum,” ujarnya.
Sejumlah pihak menilai perlu adanya ruang khusus bagi komunitas otomotif, seperti arena sirkuit mini atau kegiatan resmi agar mereka bisa menyalurkan minat tanpa mengganggu ketertiban umum.
Kini, Jalan Ahmad Yani yang seharusnya menjadi tempat warga bersantai di akhir pekan, justru berubah menjadi jalur berbahaya setiap kali malam Minggu tiba. (rdw/ign)
Editor : Gunawan.