Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

7 ABK Indonesia Terjebak di Kapal Tanker MT SHI XING, Kelaparan, Tidak Digaji, dan Minum Air Hujan

Slamet Harmoko • Minggu, 12 Oktober 2025 | 09:36 WIB
Kondisi tujuh anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal tanker MT SHI XING. (Istimewa)
Kondisi tujuh anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal tanker MT SHI XING. (Istimewa)

Radarsampit.jawapos.com - Kisah menyedihkan dialami tujuh anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal tanker MT SHI XING.

Selama tiga bulan, mereka terkatung-katung di perairan Myanmar tanpa kejelasan nasib, tanpa menerima gaji, dan bahkan sempat kehabisan persediaan makanan.

Chief Engineer kapal tersebut, Riski, menyampaikan permohonan agar pemerintah Indonesia, termasuk KBRI Yangon, Kemenlu, Bakamla, hingga BP2MI, segera membantu mengevakuasi mereka.

“Kondisi fisik dan mental kami sudah sangat menurun. Keluarga di rumah pun cemas dengan keadaan kami di kapal. Kami sedih karena mereka juga tak bisa berbuat banyak, sementara gaji kami selama tiga bulan belum dibayarkan,” ungkap Riski kepada JawaPos.com, Sabtu (11/10).

Makan Nasi Tanpa Lauk, Minum Air Hujan

Kondisi kru kapal benar-benar memprihatinkan. Menurut Riski, sejak 25 September hingga 4 Oktober 2025, bahan makanan di kapal habis.

"Sembilan hari itu kami hanya makan nasi tanpa lauk dan minum air menggunakan air hujan yang kami tampung," katanya.

Bantuan bahan makanan baru dikirim oleh pihak agen setelah KBRI menindaklanjuti laporan mereka pada 1 Oktober 2025.

Dijanjikan Docking di Myanmar, Tapi Tak Kunjung Terjadi

Awalnya, para ABK dijanjikan kapal akan masuk ke galangan (docking) di Yangon, Myanmar. Namun hingga kini, janji itu tak pernah terwujud.

"Kami benar-benar sudah lelah dengan semua ini yang hanya dijanji-janjikan pihak owner," ungkap Riski.

Meski menghadapi tekanan berat, seluruh kru masih berusaha menjaga kondisi kapal agar tetap berfungsi.

Kapten dan Chief Officer menjaga situasi tetap kondusif, juru mudi memasak serta membersihkan kapal, sementara kru mesin terus merawat generator dan pompa agar peralatan vital tetap bekerja.

Tiga Bulan Tanpa Gaji, ABK Putus Asa

Dalam sebuah video terbukanya para kru MT SHI XING menyampaikan empat poin permohonan mendesak:

Selama tiga bulan tidak menerima gaji dan kondisi keluarga di rumah sudah sangat sulit.

Kepastian kapal untuk docking selalu ditunda tanpa alasan jelas. Kondisi fisik dan mental terganggu akibat tekanan dan ketidakpastian.

Memohon segera dipulangkan ke Indonesia dan gaji mereka dibayarkan penuh. "Mohon perlindungannya Pak. Uang sudah habis dan hutang pun sudah banyak," ungkapnya.

Kronologi Lengkap Penderitaan ABK MT SHI XING

* 5 Mei 2025 – Para ABK bergabung di Belawan, Indonesia.
* 27 Mei 2025 – Kapal dijadwalkan berangkat ke Malaysia untuk docking.
Sebelum berangkat, kapten sudah meminta Surat Perjanjian Kerja Laut (PKL) kepada owner kapal bernama Juanda (08127781663), namun ditolak dengan alasan akan diberikan setelah tiba di Malaysia.
* 1 Juni 2025 – Kapal tiba di Malaysia dan diminta standby selama 13 hari.
* 14 Juni 2025 – Rencana docking di Pasir Gudang batal. Owner memutuskan kapal dialihkan ke Myanmar.
* 21 Juni 2025 – Kapten kembali meminta PKL, namun Juanda kembali berjanji akan memberikannya di Myanmar.
* 1 Juli 2025 – Kapal tiba di Myanmar. Gaji dijanjikan akan dibayar 8 Juli, namun hingga Oktober 2025 belum dibayarkan.
* Owner kapal tidak merespons telepon maupun pesan sejak Juli.
* Satu ABK jatuh sakit karena maag akut.
* Makanan menipis dan kru kelaparan.
* 10 Oktober 2025, kru membuat video memohon evakuasi.
* 11 Oktober 2025, laporan resmi disampaikan ke Peduli WNI Kemenlu RI.

Editor : Slamet Harmoko
#minum air hujan #kelaparan #kru kapal #Kapal Tanker MT SHI XING #Tidak Digaji