Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Gerak Cepat Atasi Antrean, Alat Pindai Wajah dan Sidik Jari Beroperasi Maksimal di RSUD Murjani Sampit

Heny Pusnita • Kamis, 9 Oktober 2025 | 07:05 WIB
KEBIJAKAN BARU: Kepala Instalasi Rawat Jalan di RSUD dr Murjani Sampit Damayanti memberikan pemahaman kepada peserta BPJS Kesehatan, Rabu (8/10).
KEBIJAKAN BARU: Kepala Instalasi Rawat Jalan di RSUD dr Murjani Sampit Damayanti memberikan pemahaman kepada peserta BPJS Kesehatan, Rabu (8/10).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Tidak ada kendala tanpa solusi. Inilah yang dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit dalam mengatasi antrean pasien JKN-KIS yang mulai diwajibkan melakukan pindai wajah dan sidik jari per 1 Oktober 2025 lalu.

Dua alat yang sebelumnya beroperasi menimbulkan antrean cukup padat pada jam 07.00-09.00 WIB.

Namun, RSUD dr Murjani Sampit bergerak cepat mengupayakan usulan enam alat baru dari BPJS Kesehatan selaku penyedia.

Selama kurang lebih sepekan menunggu, enam alat ditambah dan dioperasikan mulai Selasa (7/10) untuk mempercepat proses pemindaian wajah dan sidik jari, sehingga antrean berlangsung tidak terlalu lama.

Lima alat pindai wajah dan sidik jari tersebut diletakkan 5 unit di lantai dasar, 1 unit di lantai 2, 1 unit di Klinik Paru dan 1 unit di Ruang Unit Hemodialisis.

”Selama dua hari penambahan alat ini, pasien BPJS yang mengantre cepat terurai. Memang tentu saja masih mengantre, tetapi prosesnya berlangsung cepat karena kami sediakan tambahan enam alat lagi sehingga ada 8 alat yang beroperasi," kata Damayanti Tangkidi Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE) yang juga menjabat sebagai Kepala Instalasi Rawat Jalan RSUD dr Murjani Sampit, Rabu (8/10).

Pemindaian wajah dan sidik jari menggunakan sistem Face Recognition Integrated System Hospital (FRISTA) atau Face Recognition BPJS Kesehatan ini merupakan penerapan sistem pengenalan wajah yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan dan digunakan di fasilitas kesehatan untuk proses verifikasi identitas peserta JKN-KIS.

”Sistem pindai wajah dan sidik jari ini hanya berlaku untuk seluruh pasien BPJS. Pasien umum atau pasien reguler tidak perlu. Karena, tujuan dari penerapan sistem ini menjadi bagian penting dalam proses klaim BPJS," ujarnya.

Kendala terbatasnya alat sudah ditangani dengan cepat, namun masih ada kendala lain yang harus dipahami oleh pasien BPJS Kesehatan.

”Kendala lain, pasien hanya belum terbiasa sehingga perlu adaptasi. Kalau mereka sudah daftar secara online, layanan cepat saja tidak sampai satu menit setiap pasien. Tetapi, yang menjadi persoalan ketika ada pasien yang belum daftar online, minta dilayani dengan cepat, ditambah ada yang tidak punya atau tidak bawa handphone itu yang bikin proses antrean pindai wajah dan sidik jari jadi lama," ujarnya.

Karena itu, ia berharap keluarga pasien yang mendampingi agar diajarkan menggunakan handphone android agar dapat melakukan pendaftaran secara online.

”Rumah sakit tidak ada niatan mempersulit. Kebijakan ini diatur oleh BPJS Kesehatan. Jadi, kita ikuti prosedurnya, ikuti sistem daftar online lewat Mobile JKN, memang awalnya tidak biasa, tapi lama-lama akan terbiasa," ujarnya.

Tak sedikit pula pasien BPJS Kesehatan yang rutin berobat ke RSUD dr Murjani Sampit, namun masih belum tahu cara mendaftar antrean secara online.

”Ada pasien yang sudah sering berobat ke rumah sakit belum paham menggunakan antrean online, kami tidak diam saja, ada petugas kami yang bantu mengajari sampai mereka bisa. Dan, perlu diketahui untuk poli tertentu dengan kunjungan pasien terbanyak, jika ingin berobat daftarlah secara online jauh-jauh hari agar bisa segera mendapatkan nomor antrean," ujarnya.

Ada pula ditemukan beberapa pasien yang dengan percaya dirinya merasa sudah daftar online langsung ke poli yang dituju. Pasien tetap diminta bukti pindai wajah dan sidik jari.

”Ada juga yang kami temukan satu dua orang yang merasa sudah dapat nomor antrean online, coba langsung naik ke atas tunggu di depan poli. Alur pelayanan dulu ya memang seperti itu, tetapi sejak 1 Oktober semua pasien BPJS wajib pindai wajah dan sidik jari dulu, baru bisa ke poli yang ingin dituju," ujarnya.

Selain itu, ia juga menemukan masih ada beberapa pasien yang ingin cepat dilayani.

”Ya ada juga yang ngotot ingin cepat dilayani, padahal ada yang belum daftar online, inilah yang bikin proses antrean menjadi lebih lama," ujarnya.

Selama beberapa hari terakhir, pihaknya mengamati situasi dan cepat mencari solusi mengatasi antrean pasien BPJS yang ingin pindai wajah dan sidik jari.

”Ada pasien yang tidak mau antre. Ya memang ada perlakuan khusus bagi pasien anak berusia 7 tahun ke bawah boleh ke klinik langsung dan pasien dengan penyakit tertentu sepertu stroke atau gangguan jiwa yang berisiko bakal ngamuk itu boleh diarahkan ke klinik dulu," ujarnya.

Damayanti juga memberikan pemahaman kepada pasien dan keluarga pasien agar dapat mengikuti aturan sehingga pasien bisa dilayani dengan optimal.

”Kami hanya ingin bikin semua teratur, ikuti antrean dengan tertib. Kami juga sediakan 120an kursi tunggu, ini sudah kami tambah memanfaatkan kursi-kursi yang bisa dipakai, karena kalau menunggu anggaran lagi, lama lagi prosesnya. Yang penting pasien nyaman terlayani," ujarnya.

”Ingat juga bahwa yang duduk dikursi itu diprioritaskan pasiennya. Makanya kami berikan pemahaman kepada keluarga pasien yang mengantar agar memahami. Kadang pasien anak bisa didampingi 4 orang keluarga pasien, nah berapa banyak kursi yang harus kami sediakan. Kami harap keluarga pasien memahami," tambahnya.

Pihaknya juga memberikan kemudahan layanan kepada pasien yang duduk di kursi roda.

”Pasien yang  menggunakan kursi roda, kita buat lebih fleksibel, mereka tetap mengantre tapi petugas kami yang datang membantu. Kalau semua pasien sabar, semuanya pasti terlayani," ujarnya.

Untuk menjawab kekhawatiran, pasien yang sudah lama menunggu antrean dari subuh. Pihaknya juga berencana melibatkan petugas keamanan untuk membantu memberikan nomor antrean.

”Petugas medis buka layanan jam 07.00 WIB, tapi banyak pasien yang dari subuh. Mereka khawatir enggak terlayani, makanya mulai besok kami minta bantu security hanya sebatas memberikan nomor antrean saja. Kita belajar memahami situasi dan kami berharap dapat membawa perubahan layanan yang lebih baik kedepannya," katanya. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#bpjs kesehatan #RSUD dr Murjani Sampit