SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Langit Kota Sampit malam ini tampak luar biasa. Bulan purnama besar atau supermoon bersinar terang sejak pukul 18.00 WIB, membuat banyak warga menghentikan aktivitas sejenak untuk menikmati pesonanya.
Bulan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Langit yang cerah menambah kesempurnaan pemandangan, hingga banyak warga mengabadikan momen itu dengan ponsel dan membagikannya di media sosial.
Namun di balik keindahan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar masyarakat tetap waspada.
Fenomena supermoon yang terjadi pada 6–7 Oktober 2025 ini berpotensi memicu banjir rob atau air laut pasang di wilayah pesisir.
Menurut BMKG, saat bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi, gaya gravitasi meningkat dan berdampak pada naiknya permukaan air laut.
”Fenomena supermoon bisa meningkatkan ketinggian pasang air laut, terutama di daerah pesisir,” tulis BMKG dalam laman resminya.
Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas nelayan, bongkar muat di pelabuhan, dan bahkan menimbulkan genangan di kawasan rendah dekat pantai.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir agar tetap siaga dan memantau informasi pasang surut laut selama fenomena ini berlangsung.
Meski Sampit bukan daerah pesisir laut langsung, sebagian warga di sekitar muara Sungai Mentaya tetap diminta waspada terhadap kemungkinan naiknya permukaan air sungai akibat dorongan pasang tinggi dari laut.
”Supermoon adalah momen langka dan indah, tapi kita tetap harus bijak menyikapi dampaknya,” ujar salah satu warga, Febri (32), yang ikut mengabadikan fenomena langit itu di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir, khususnya Ujung Pandaran, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob pada awal Oktober 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengatakan peringatan ini dikeluarkan menyusul informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena fase Perigee atau jarak terdekat bulan ke bumi yang bertepatan dengan bulan purnama pada 7 Oktober 2025.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum sehingga dapat memicu banjir pesisir (rob).
”Untuk Kotim, wilayah pesisir Ujung Pandaran perlu mewaspadai dampak pasang maksimum air laut ini. Aktivitas masyarakat di sekitar pantai, termasuk nelayan dan warga pesisir, diharapkan lebih berhati-hati,” ujar Multazam, Selasa (30/9/2025).
BMKG menyebutkan, banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas di sekitar pelabuhan, tambak, pemukiman pesisir, hingga lahan perikanan darat. Oleh karena itu, masyarakat diminta selalu memantau perkembangan informasi resmi terkait kondisi cuaca maritim.
BPBD Kotim juga menyiagakan tim untuk melakukan pemantauan di lapangan.
”Kami sudah berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan. Apabila ada potensi ancaman serius, langkah mitigasi akan segera dilakukan untuk meminimalisir dampak terhadap warga,” tambah Multazam.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas berisiko tinggi di pesisir saat pasang maksimum terjadi serta memastikan barang-barang berharga disimpan di tempat aman. (oes)
Editor : Gunawan.