Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Belasan Tahun Beruntun Mentawa Baru Ketapang Jaga Tradisi Jawara MTQ dan FSQ Kotim

Heny Pusnita • Kamis, 2 Oktober 2025 | 21:38 WIB

PENUTUPAN: Wakil Bupati Kotim Irawati menutup MTQ dan FSQ ke-56 Tahun Tingkat Kabupaten Kotim di Stadion 29 November, Rabu (1/10). 
PENUTUPAN: Wakil Bupati Kotim Irawati menutup MTQ dan FSQ ke-56 Tahun Tingkat Kabupaten Kotim di Stadion 29 November, Rabu (1/10). 
 

Langit Baamang yang basah menjadi saksi lahirnya tradisi emas yang terus terjaga. Empat belas kali berturut-turut, Mentawa Baru Ketapang tak tergoyahkan dari takhta juara umum MTQ dan FSQ.

HENY, radarsampit.jawapos.com

Gerimis malam menutup langit Kecamatan Baamang, Rabu (1/10). Namun, dinginnya udara tak menyurutkan antusias ribuan orang yang bertahan hingga acara penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-56 Tahun 2025 usai pada pukul 23.00 WIB.

Di panggung utama Stadion 29 November, riuh tepuk tangan pecah ketika nama Kecamatan Mentawa Baru Ketapang kembali disebut sebagai juara umum.

Bukan sekali dua kali, prestasi itu telah diraih 14 kali berturut-turut sejak 2011. Tahun ini, kafilah MB Ketapang meneguhkan dominasi dengan nilai 218, mengungguli Kecamatan Mentaya Hilir Selatan di posisi kedua (189 poin) dan Kecamatan Tualan Hulu di urutan ketiga (112 poin).

Tak hanya di MTQ, kafilah MB Ketapang juga meraih juara umum FSQ 2025 dengan nilai 95.

”Ini sudah peraihan juara umum yang ke-14 kalinya sejak tahun 2011 hingga 2025. Kami awalnya merasa khawatir karena tuan rumah dari Baamang, yang punya peserta tidak kalah hebatnya,” ungkap Camat Mentawa Baru Ketapang, Irfansyah, penuh haru.

Rasa khawatir itu, kata Irfansyah, terbayar dengan persiapan panjang. Seleksi tingkat kecamatan digelar Februari, lalu enam bulan pembinaan intensif dilakukan hingga September.

”Sementara kecamatan lain masih sibuk mencari kafilah, kami sudah selangkah lebih dulu membina bibit terbaik agar lebih siap menghadapi lomba tingkat kabupaten,” jelasnya.

Dari total 97 peserta yang diturunkan, enam di antaranya berasal dari Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

”Memang ada enam peserta dari MHS, tapi semua masih warga Kabupaten Kotim. Setelah dikoordinasikan dengan panitia, diperbolehkan ikut di bawah MB Ketapang,” katanya.

Ketua Panitia Sufiansyah yang juga Camat Baamang mengatakan, kegiatan itu diikuti 582 peserta dan 44 grup dari 17 kecamatan. Baginya, MTQ dan FSQ bukan sekadar lomba, tetapi juga syiar Islam sekaligus penggerak ekonomi lokal.

”Kami bersyukur acara ini tidak hanya menjadi ajang syiar memuliakan Al-Qur’an, namun juga membawa dampak positif terhadap perekonomian di Kotim. Pengunjung turut melariskan jualan kuliner pelaku UMKM di sekitar lokasi acara,” ujar Sufiansyah.

Dia juga berterima kasih atas dukungan Pemkab Kotim yang mengucurkan APBD sebesar Rp1,46 miliar serta kontribusi para donatur.

”Berkat sumbangan dana doorprize dan bantuan dari berbagai pihak, acara ini bisa berlangsung sukses,” tambahnya.

Wakil Bupati Kotim Irawati saat menutup rangkaian acara mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, peserta, hingga masyarakat.

”Selamat dan sukses kepada para peserta terbaik dari 582 orang dan 44 grup yang mewakili 17 kecamatan. Kalian telah menunjukkan kualitas, kemampuan, dan dedikasi luar biasa dalam 11 cabang lomba yang dipertandingkan,” ucapnya.

Cabang MTQ yang diperlombakan meliputi tilawah, tahfidz, khat, syarhil, murottal, tartil, fahmil, dan penulisan makalah Al-Qur’an. Sedangkan cabang FSQ terdiri dari lomba rebana, bintang vokalis pop religi, dan bintang vokalis gambus.

Irawati berpesan agar para juara terus berlatih, sebab mereka akan membawa nama Kotim ke ajang MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah 2026 di Kabupaten Katingan.

”Tunjukkan bahwa kafilah dari Kotim mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi,” pesannya.

Kecamatan MB Ketapang sebelumnya juga menjadi motor peraih juara umum MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah 2024 di Pangkalan Bun. Peserta yang menang tahun itu, asal Mentaya Hilir Selatan, akan mewakili Kotim pada MTQ Provinsi 2026 di Katingan. Sementara, peraih juara tahun ini dari MB Ketapang akan dibina setahun penuh untuk menghadapi MTQ Provinsi 2027.

”Peraih juara tahun lalu sudah kami serahkan pembinaannya ke LPTQ Kabupaten Kotim. Begitu juga juara tahun ini akan dibina sampai siap mengikuti MTQ tingkat provinsi 2027,” jelas Irfansyah.

Meski hujan gerimis membasahi lapangan, semangat syiar Al-Qur’an dan seni budaya Islam tak pernah padam. Bagi MB Ketapang, kemenangan ke-14 kali ini bukan sekadar gelar, melainkan simbol kerja keras, persiapan matang, dan tradisi emas yang terus terjaga. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#MTQ #mentawa baru ketapang #FSQ #kotim