SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Polemik penentuan Kerja Sama Operasional (KSO) yang dilakukan PT Agrinas Palma Nusantara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat sorotan dari Ketua Aliansi Pemuda Kotim, Anton Sudani.
Ia menilai penolakan sejumlah pengurus koperasi terhadap KSO patut dipertanyakan.
Menurut Anton, penunjukan KSO oleh Agrinas tidak dilakukan sembarangan. Justru yang perlu diwaspadai, kata dia, adalah jika KSO diberikan kepada pihak yang tidak profesional.
“Saya mendengar KSO ini jadi rebutan. Agrinas kami ingatkan agar hati-hati menentukan KSO, karena kalau pengelolaan tidak profesional, negara bisa dirugikan,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).
Anton menegaskan, koperasi plasma di Kotim selama ini cenderung gagal menjalankan fungsi pengelolaan.
Ia menilai manfaatnya tidak banyak dirasakan masyarakat, karena sebagian besar dikelola perusahaan perkebunan, sementara koperasi hanya menerima hasil.
“Masa koperasi yang tidak beres dapat KSO? Negara akan rugi nantinya. Kita lihat data plasma yang puluhan ribu hektare itu, apa benar masyarakat menikmatinya? Hanya sebagian kecil saja yang sampai ke mereka. Uang miliaran rupiah dari plasma itu ke mana?” tegasnya.
Anton juga menyinggung keresahan sejumlah koperasi yang lahannya ikut disita dalam penertiban kawasan hutan. Ia menyayangkan klaim mereka yang kerap membawa nama masyarakat.
“Silakan tanya masyarakat mana yang dirugikan. Saya kira hanya sebagian kecil saja. Kalkulasinya sangat kecil sekali,” pungkasnya. (ang)
Editor : Slamet Harmoko