Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jalan Kolam-Pangkalan Bun sekitar Km 28 Terendam Luapan Air Sungai Lamandau

Koko Sulistyo • Jumat, 26 September 2025 | 21:55 WIB
Air luapan Sungai Lamandau yang merendam Jalan Ahmad Shaleh, kilometer 28, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat (26/9).
Air luapan Sungai Lamandau yang merendam Jalan Ahmad Shaleh, kilometer 28, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat (26/9).

PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com- Jalan Ahmad Shaleh, ruas Kotawaringin Lama - Pangkalan Bun sekitar kilometer 28, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai terendam air luapan Sungai Lamandau, Jumat (27/9).

Meski belum terlalu tinggi, namun arus air terbilang deras. Pengendara roda dua harus berhati-hati melintas, dan dikhawatirkan terseret arus air. Banjir di titik tersebut juga dijadikan wahana hiburan warga yang mandi hingga mencuci kendaraannya.

Terendamnya jalur lintas kabupaten dan provinsi tersebut juga dimanfaatkan oleh warga yang membantu pengendara melintas agar tidak keluar dari badan jalan dengan imbalan sukarela.

Salah satu warga Kotawaringin Lama Jaini menyampaikan, di titik banjir kilometer 28 sering menjadi langganan terendam air saat sungai Lamandau meluap.

"Di titik tersebut terbilang rendah, jadi air dari kanal sisi kanan mengalir deras ke sisi kiri. Hari Jumat  ketinggiannya mulai naik, meski panjang jalan yang terendam di bawah 100 meter, namun warga harus berhati-hati karena arusnya cukup deras," ujarnya.

Menurut Jaini, tidak sedikit warga yang memanfaatkan banjir di jalan tersebut untuk wahana berenang bersama keluarga mereka, ada juga warga yang datang untuk mencuci kendaraannya.

"Kita harapkan kendaraan roda empat atau lebih dan kendaraan roda dua berhati-hati, karena mulai ramai oleh warga yang mandi dan cuci kendaraan," tambahnya.

Salah satu sopir truk pengangkut material, Darsono mengaku harus berhati-hati saat melintas terutama pada malam hari. Mengingat wilayah itu minim penerangan jalan, sehingga apabila truk yang mereka bawa keluar badan jalan, bisa beresiko terbalik.

Ia berharap, meski masih belum terlalu dalam, titik banjir agar dipasang tali pembatas sebagai penanda, bagi kendaraan yang melintas.

"Melihat kondisi sungai Lamandau yang terus meningkat debit airnya, sepertinya banjir di jalan Ahmad Shaleh akan bertambah tinggi airnya. Agar aman sebaiknya dipasang tali pembatas sebagai penanda," imbuh Darsnono. (tyo/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#kotawaringin lama #sungai lamandau #kolam #Kotawaringin Barat (Kobar) #Pangkalan Bun