SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali dilanda banjir musiman. Hampir sepekan terakhir, genangan air setinggi 20–50 sentimeter merendam pemukiman warga hingga fasilitas umum, termasuk sekolah.
“Air tak kunjung surut, bahkan cenderung dalam,” kata Liliyanti, warga sekitar.
Banjir terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi semakin parah karena wilayah tersebut merupakan pertemuan Sungai Tualan dan Sungai W, sehingga air lebih cepat meluap dan sulit surut.
Wakil Bupati Kotim Irawati, bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, turun langsung memantau kondisi banjir.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berupaya melakukan langkah cepat untuk membantu warga terdampak.
“Kami sudah melihat langsung kondisi di lapangan. Saat ini yang paling penting adalah memastikan keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah yang terdampak banjir. Kami juga akan mengupayakan bantuan yang dibutuhkan masyarakat,”
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotim Multazam.
Banjir musiman di Desa Hanjalipan bukan pertama kali terjadi. Setiap kali curah hujan tinggi, wilayah ini rawan terdampak karena posisi geografisnya yang berada di pertemuan dua sungai besar.
Warga pun berharap pemerintah bisa mencarikan solusi jangka panjang agar bencana tahunan ini tidak terus berulang. (oes)
Editor : Slamet Harmoko