SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Harapan baru dunia pendidikan di Kotawaringin Timur (Kotim) segera terwujud.
Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah setempat memasuki tahap akhir persiapan.
Akhir September 2025, bel tanda dimulainya proses belajar mengajar rencananya akan berkumandang di Sekolah Rakyat di Sampit.
Tidak sekadar menghadirkan ruang belajar dan tenaga pengajar, pemerintah juga menyiapkan asrama nyaman serta makanan bergizi gratis untuk para peserta didik.
Wakil Bupati Kotim, Irawati, menegaskan kesiapan ini menjadi bagian penting agar anak-anak bisa belajar dengan tenang dan kesehatan yang terjamin.
”Alhamdulillah, program Sekolah Rakyat saat ini sedang memasuki tahap persiapan akhir. Kami bersama Dinas Sosial dan perwakilan Kementerian Sosial sudah melakukan rapat koordinasi membahas teknis pelaksanaan, termasuk pemilihan vendor penyedia makanan bergizi bagi peserta didik," ujarnya, Senin (22/9).
Sebanyak 100 calon siswa, terdiri dari 50 siswa SD dan 50 siswa SMA, telah lolos verifikasi. Mereka dijadwalkan masuk asrama pada 29 September 2025 dan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama dua minggu, mulai 30 September.
Sebelum menempati asrama, seluruh calon siswa menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kotim. Kepala Dinsos Kotim, Hawianan, menjelaskan pemeriksaan ini penting agar siswa siap belajar dalam kondisi prima.
"Harapannya, semua calon siswa sudah dinyatakan sehat saat masuk. Jika ada yang sakit ringan akan diobati dulu, sementara yang sakit berat akan digantikan siswa cadangan sesuai kuota," katanya.
Hawianan menambahkan, asrama dan ruang belajar SD maupun SMA sudah rampung 100 persen.
Hanya perlengkapan kecil seperti gorden, sprei, dan kebutuhan non-prinsip lain yang masih dilengkapi sambil berjalan.
Dia juga memastikan seluruh siswa akan mendapatkan seragam gratis.
”Dari pakaian dalam, seragam harian, hingga perlengkapan lengkap dari topi sampai sepatu disiapkan pemerintah,” ucapnya.
Tantangan Guru dan Perlengkapan
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Rintisan Kotim Nikkon Bhastari menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 16 guru yang siap mengajar mulai 26–28 September.
Namun, perekrutan guru masih berjalan untuk beberapa mata pelajaran, seperti agama Islam, Kristen, Hindu, sejarah, kimia, dan seni budaya.
Dia membenarkan bangunan sarana-prasarana telah selesai, tetapi perlengkapan tambahan seperti bantal, selimut, serta peralatan tulis masih datang bertahap.
”Meja kursi sudah siap. Saat ini calon siswa masih menjalani pemeriksaan kesehatan di kecamatan masing-masing, sembari menunggu surat edaran dari Dinkes Kotim,” katanya.
Apabila ada calon siswa yang dinyatakan tidak lolos saat pemeriksaan kesehatan, maka calon siswa akan digantikan oleh calon siswa cadangan.
Nikkon juga menegaskan bahwa seluruh siswa akan mendapat makanan bergizi tiga kali sehari.
Saat ini pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan vendor catering untuk penyediaan makanan selama 103 hari ke depan.
”Kami juga sedang mengusahakan dapur kotor, karena yang ada sekarang baru dapur bersih. Sambil menunggu, bulan depan direncanakan pembangunan sekolah permanen di Jalan Wengga Metropolitan, belakang rumah susun," katanya.
Dengan segala fasilitas yang disiapkan, Sekolah Rakyat di Kotim tak hanya menjanjikan pendidikan gratis, tetapi juga menjamin kesehatan dan kesejahteraan siswa selama menempuh pendidikan. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.