Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bupati Kotim Yakin PAD Bisa Tembus Rp500 Miliar, Ini Sebabnya

Heny Pusnita • Senin, 22 September 2025 | 11:35 WIB
RAKOR: Bupati Kotim Halikinnor bersama Wabup Kotim Irawati dan Ketua DPRD Kotim Rimbun.
RAKOR: Bupati Kotim Halikinnor bersama Wabup Kotim Irawati dan Ketua DPRD Kotim Rimbun.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) bisa melesat hingga Rp500 miliar pada akhir 2025.

Optimisme itu muncul setelah Pemkab resmi menaikkan tarif pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) dari 5 persen menjadi 20 persen sejak 3 Juli lalu.

Sampai Agustus 2025, tercatat baru 11 perusahaan yang menunaikan kewajiban pajaknya dari total 65 perusahaan terdaftar.

Rinciannya, 21 perusahaan mineral tertentu (seperti pasir kuarsa), 13 pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) MBLB (pasir, andesit, tanah merah/laterit, tanah uruk), serta 31 pemegang Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB) MBLB (pasir pasang, pasir urul, tanah merah, kerikil/sirtu).

”Dari data ini, potensi PAD bisa meningkat hingga 200 persen dibanding sebelumnya. Lonjakan ini sangat penting untuk memperkuat pembiayaan infrastruktur dan pelayanan publik,” tegas Halikinnor dalam Rakor Optimalisasi PAD yang dipimpin Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Gedung Serba Guna Sampit, Jumat (19/9) malam.

Selain pajak tambang, Pemkab juga menggeber modernisasi pemungutan pajak kendaraan bermotor lewat aplikasi SmartGIS PBB-P2.

Sistem berbasis Web GIS itu sudah memutakhirkan data 35 ribu kendaraan hingga Agustus 2025.

”Target kami meningkatkan kepatuhan PKB dan BBNKB hingga 90 persen sekaligus menekan tunggakan pajak,” jelas Halikinnor.

Strategi lain, yakni memperluas akses pembayaran pajak. Pemkab menambah lima gerai layanan, mengembangkan sistem online, serta menggandeng perbankan dan pelaku usaha untuk menyediakan fitur autodebit dan transaksi nontunai.

Bapenda Kotim mencatat, sektor perkebunan dan pertambangan masih menjadi tulang punggung PAD. Lebih dari 40 perusahaan perkebunan besar dan 20 perusahaan tambang beroperasi di daerah ini.

”Ini peluang sekaligus tantangan. Kami ingin memastikan semua wajib pajak taat membayar Saya mengajak semua pihak terus membangun sinergi dan mengedepankan inovasi digital dalam pengelolaan pendapatan daerah,” kata Halikinnor.

Dia optimistis kerja sama kuat antarinstansi, dukungan dunia usaha, dan inovasi digital akan mendorong PAD Kotim menembus target ambisius Rp500 miliar.

Halikinnor juga memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah patuh melaporkan data dan membayar pajak sesuai ketentuan. Termasuk perusahaan perkebunan dan tambang yang menjadi kontributor utama PAD. ”Semoga jadi teladan bagi wajib pajak lain,” ujarnya. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#pendapatan asli daerah (PAD) #Pajak mineral #bupati kotim