SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kondisi banjir yang melanda wilayah pesisir selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
Di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, genangan air yang sebelumnya cukup tinggi kini berangsur surut, Senin (22/9/2025).
”Masih banjir, tapi mulai surut,” kata Muhardi, warga Desa Lampuyang.
Warga menyambut baik penurunan debit air ini. Aktivitas sehari-hari yang sempat terganggu perlahan kembali normal.
Anak-anak juga sudah mulai masuk sekolah sejak Jumat (19/9/2025), meski sebagian masih harus melewati jalan yang tergenang air.
Sebelumnya, banjir akibat hujan deras pekan lalu membuat sejumlah sekolah di Kotim terganggu. Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim mencatat ada delapan sekolah terdampak banjir.
Tiga di antaranya terpaksa menerapkan Belajar dari Rumah (BDR), yakni SDN 1 Tumbang Tilap, SDN 1 Kawan Batu, dan SDN 1 Baampah.
Sementara lima sekolah lain tetap melaksanakan aktivitas belajar di ruang kelas meski dikelilingi banjir, termasuk SDN Kunjung Lampuyang, SDN 3 Lampuyang, dan SMPN Satap 2 Teluk Sampit.
Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah menegaskan keselamatan siswa dan guru tetap menjadi prioritas utama.
Sekolah diminta mengambil langkah darurat jika banjir kembali mengancam kesehatan dan keselamatan.
Warga Lampuyang berharap banjir benar-benar segera surut agar aktivitas belajar mengajar kembali berjalan normal tanpa gangguan.
”Mudah-mudahan cepat kering, supaya anak-anak bisa sekolah seperti biasa,” harap Muhardi. (oes)
Editor : Slamet Harmoko