SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Program seragam gratis yang diwacanakan Gubernur Provinsi Kalteng Agustiar Sabran akan didistribusikan mulai 2026.
Pemprov Kalteng melalui Dinas Pendidikan Kalteng sebelumnya menargetkan seragam gratis diperuntukkan bagi siswa baru dan akan dibagikan pada tahun ajaran Juli 2025. Namun, dikarenakan jumlah peserta didik baru melampaui dari anggaran yang disediakan Pemprov Kalteng, sehingga seluruh satuan pendidikan di Kalteng melakukan pendataan ulang. Sementara sasaran calon penerima seragam gratis hanya untuk siswa yang tidak mampu.
Murid yang tidak mampu harus menyerahkan bukti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Kartu Keluarga,Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera, termasuk sebagai penerima Program Keluarga Harapan.
"Sudah didata ada sekitar 34.000 calon penerima seragam gratis. Jadi, program seragam gratis tidak diperuntukkan semua siswa, tetapi hanya untuk siswa yang tidak mampu saja," kata M Reza Prabowo, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng saat mendampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran kunjungan ke SMAN 1 Sampit, Jumat (19/9) pagi.
Reza mengungkapkan, Pemprov Kalteng telah menganggarkan dana sebesar Rp 49 Miliar untuk penyediaan seragam gratis.
"Ini sudah proses pengadaan. Sudah kami pilih bahan yang terbaik dengan harga termurah. Alhamdulillah sudah dapat dan sekarang lagi proses produksi," ujarnya.
Seragam gratis rencananya akan didistribusikan tahun depan, setelah kartu Huma Betang dibagikan."Tahun ini pengadaannya dan untuk pendistribusian seragam gratis sepertinya tahun depan setelah kartu Huma Betang dibagikan," tambah Reza.
Ia menambahkan, pihaknya akhir Juli lalu juga telah melakukan konferensi secara virtual dengan kepala sekolah Se-Kalteng, meminta sekolah pendataan ulang untuk mengidentifikasi pelajar miskin ekstrem. Dengan demikian, proses pendataan ukuran baju dan sepatu yang sebelumnya dilakukan saat daftar ulang, dianggap tak berlaku.
"Murid yang tidak mampu akan mendapatkan empat stel seragam lengkap putih abu-abu, batik, pramuka, dan olahraga, satu stel sepatu," pungkas Reza. (hgn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama