Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Proses Belajar Dimulai Akhir September, Calon Siswa Sekolah Rakyat Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Heny Pusnita • Rabu, 17 September 2025 | 10:44 WIB
Wakil Bupati Kotawaringin Timur  Irawati  meninjau bangunan Islamic Center yang akan dijadikan Sekolah Rakyat Rintisan.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati meninjau bangunan Islamic Center yang akan dijadikan Sekolah Rakyat Rintisan.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Persiapan pembukaan Sekolah Rakyat Rintisan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus dimatangkan.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan berlangsung mulai 30 September 2025.

Saat ini, para calon siswa yang lolos verifikasi berkas mulai menjalani pemeriksaan kesehatan di masing-masing kecamatan.

”MPLS akan dimulai pada 30 September 2025 dan berlangsung selama dua minggu. Setelah itu baru masuk ke proses belajar mengajar,” ujar Kepala Dinas Sosial Kotim, Hawianan, Selasa (16/9).

Sebanyak 50 calon siswa Sekolah Dasar (SD) dan 50 calon siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) telah dijadwalkan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kotim.

”Calon siswa direncanakan masuk asrama pada 29 September 2025. Harapannya, pada 30 September semua sudah dinyatakan sehat sehingga bisa mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Rakyat,” lanjutnya.

Hawianan menambahkan, pembangunan sarana dan prasarana sekolah, baik asrama maupun ruang belajar untuk SD dan SMA, sudah rampung seluruhnya.

”Kesiapan fisik sudah 100 persen. Tinggal hal-hal kecil seperti gorden, sprei, dan perlengkapan lain yang sifatnya tidak terlalu mendesak. Doakan saja, semoga pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan lancar sesuai harapan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Rintisan Kotim, Nikkon Bhastari, menyebutkan bahwa 16 guru sudah siap bertugas dan akan mulai tiba di Sampit pada 26–28 September 2025.

”Masih ada kekurangan tenaga pengajar untuk beberapa mata pelajaran, seperti agama Islam, Kristen, Hindu, sejarah, kimia, dan seni budaya. Proses perekrutan masih berjalan,” jelasnya.

Menurut Nikkon, bangunan sekolah memang sudah siap digunakan. Namun, perlengkapan penunjang seperti bantal, selimut, dan peralatan tulis masih datang secara bertahap.

”Meja dan kursi sudah tersedia. Sementara calon siswa sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di kecamatan masing-masing, sembari menunggu surat edaran dari Dinkes Kotim,” katanya.

Apabila ada calon siswa yang tidak lolos pemeriksaan kesehatan, sekolah sudah menyiapkan mekanisme penggantian.

”Kuota siswa SD sebanyak 50 orang dan SMA 50 orang, ditambah 10 persen calon siswa cadangan. Jika ada yang tidak lolos karena sakit ringan, akan diobati dulu lalu bergabung kembali. Namun, bila sakitnya berat, posisinya akan digantikan siswa cadangan,” pungkas Nikkon. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#Sekolah Rakyat #kotim