PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Malam itu, Sabtu (13/9/2025), tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya tak hanya berjibaku dengan api.
Mereka justru menghadapi ancaman lain yang tak kalah berbahaya: empat sarang tawon vespa raksasa yang bersarang di atap rumah dan bangunan warga.
Satu per satu laporan masuk. Dalam sehari, empat lokasi berbeda harus segera ditangani.
Meski tak sampai menyerang warga, keberadaan tawon tetap dianggap mengancam keselamatan. Tanpa pilihan lain, sarang-sarang itu terpaksa dimusnahkan.
”Betul, kami tangani di beberapa titik. Tenaga personel terkuras, tapi seluruh misi berhasil dilaksanakan dengan baik. Tidak ada satu pun tawon yang lepas, dan semua petugas selamat tanpa disengat,” tutur Koordinator Tim Rescue, Sucipto, Minggu (14/9).
Sucipto menceritakan, lokasi pertama yang mereka datangi adalah Jalan Tjilik Riwut km 34.
Di sana, sarang tawon ditemukan menempel di atap bangunan TK dan PAUD Beringin V.
Keberadaan sarang membuat peserta didik ketakutan. Demi keamanan, evakuasi dilakukan pada malam hari ketika tawon lebih pasif. Hasilnya, seluruh koloni berhasil dimusnahkan.
Belum sempat beristirahat, tim bergerak ke Jalan Putri Junjung Buih. Kali ini sarang ditemukan di rumah warga.
Proses berjalan lebih lancar berkat laporan cepat masyarakat dan kesiapan alat pelindung diri.
Tantangan lebih besar dihadapi di Jalan Hendrik Timang. Sarang yang ditemukan berbentuk tidak biasa, menyerupai sarang semut, namun ternyata sarang tawon vespa.
Letaknya di bagian atas rumah warga, sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra saat evakuasi.
Misi terakhir berada di Jalan Pantai Cemara Labat, Kelurahan Pahandut Seberang. Di sinilah tim menghadapi sarang terbesar malam itu.
Ukurannya yang menjulang membuat warga sekitar tak berani mendekat. Proses evakuasi memakan waktu hampir satu jam karena tim harus membongkar sebagian dinding rumah untuk mencapai sarang.
”Seluruh evakuasi dilakukan dengan standar keselamatan maksimal. Kami menggunakan alat pelindung lengkap, termasuk pelindung wajah dan sarung tangan anti sengatan,” jelas Sucipto.
Dia mengingatkan warga agar tidak mencoba menangani sendiri sarang tawon di sekitar rumah.
”Risikonya sangat berbahaya. Kami saja selalu melakukan evakuasi pada malam hari dan memastikan tidak ada satu ekor pun yang lolos,” katanya. (daq/ign)
Editor : Gunawan.