Radarsampit.jawapos.com – Sebuah tren baru tengah viral di kalangan pelajar. Anak-anak sekolah ramai membuat gasing dari penghapus yang dipadukan dengan staples dan paku payung kecil. Meski terlihat kreatif, tren ini justru menyimpan bahaya serius.
Gasing penghapus itu biasanya dibuat dengan cara menancapkan paku payung ke bagian tengah penghapus, lalu sisi-sisinya diperkuat dengan staples.
Saat diputar, gasing memang terlihat berputar kencang dan menimbulkan suara khas. Namun, benda tajam yang menempel bisa memicu kecelakaan.
“Staples dan paku payung itu logam. Kalau terlepas saat berputar, bisa melukai mata atau bagian tubuh lain,” ujar Nurul Hidayah salah seorang guru di , Ahad (14/9/2025) .
Bahaya lain, paku payung yang menusuk penghapus bisa terlepas dan menancap ke kulit. Jika terkena mata, risikonya jauh lebih fatal. Tak hanya itu, permainan ini juga bisa memicu luka gores hingga infeksi karena logamnya kotor.
Para orang tua mengingatkan, tren semacam ini perlu diwaspadai. “Sekilas terlihat sepele, tapi benda kecil seperti staples dan paku payung bisa berubah jadi proyektil saat gasing berputar. Dampaknya bisa serius,” jelas Dewi, salah satu orang tua.
Sekolah sudah diharapkan melarang permainan gasing penghapus ini. Guru diminta lebih ketat mengawasi murid, sementara orang tua diimbau memberi pengertian kepada anak soal bahaya permainan viral tersebut.
“Lebih baik arahkan kreativitas anak ke hal yang lebih aman,” tambah Nurul
Fenomena ini pertama kali ramai diunggah di media sosial TikTok sejak awal September 2025. Video dengan tagar #gasingpenghapus sudah ditonton ratusan ribu kali. Dalam unggahan itu, siswa memperlihatkan cara membuat gasing sederhana dengan menancapkan paku payung ke penghapus, lalu memperkuat sisi-sisinya dengan staples.
Beda dengan Tren Lato-Lato dan Fidget Spinner
Tren gasing penghapus ini mengingatkan publik pada fenomena permainan viral sebelumnya seperti lato-lato pada 2023 atau fidget spinner pada 2017.
Bedanya, meski lato-lato menimbulkan suara bising hingga bikin sebagian orang kesal, risiko cederanya tidak sebesar gasing penghapus.
Sementara, fidget spinner yang sempat booming juga dianggap lebih aman karena tidak menggunakan benda tajam.
Oleh karena itu, tren gasing penghapus dinilai lebih berbahaya meski sama-sama lahir dari kreativitas anak-anak sekolah. (oes)
Editor : Slamet Harmoko