Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kotak Hitam Helikopter Eastindo Air Terbakar Parah, KNKT: Masih Bisa Terbaca 99 Persen

Slamet Harmoko • Sabtu, 6 September 2025 | 08:51 WIB

 

TERBAKAR: Black box pesawat helikopter BK117-D3 yang jatuh di kawasan hutan lindung Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. (Basarnas Banjarmasin)
TERBAKAR: Black box pesawat helikopter BK117-D3 yang jatuh di kawasan hutan lindung Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. (Basarnas Banjarmasin)

BANJARBARU, radarsampit.jawapos.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) resmi menerima kotak hitam (black box) helikopter BK117-D3 milik PT Eastindo Air yang jatuh di kawasan hutan lindung Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo kepada KNKT di VIP Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru, Jumat (5/9/2025) pagi. Serah terima dilakukan sehari setelah proses evakuasi badan helikopter dan enam kantong jenazah korban.

Investigator Keselamatan Udara KNKT, Ony Soerjo Wibowo, mengungkapkan black box ditemukan masih menempel pada badan helikopter, meski dalam kondisi terbakar parah.

“Masih nempel di pesawat, tapi posisinya sudah hangus. Karena diikat dengan baut, jadi tetap menempel di badan pesawat,” ujar Ony.

Ia menjelaskan, black box helikopter terdiri dari dua bagian, yakni Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR), yang di dalamnya terdapat Crash Survivable Memory Unit (CSMU). Namun akibat benturan dan kebakaran, sebagian komponen terlepas hingga lima meter dari badan pesawat.

“Ekor pesawat tertinggal di atas bukit, sekitar 100 meter dari badan helikopter. Black box ditemukan di pangkal ekor yang ikut terbakar,” jelasnya.

Dengan kondisi yang rusak berat, KNKT akan melakukan penanganan khusus sebelum mengekstrak data penerbangan.

“Biasanya tinggal colok kabel untuk download data. Tapi karena kabel dan baterai terbakar habis, maka nanti akan kita buka dan ambil memorinya,” pungkas Ony.

99 Persen Masih Bisa Terbaca

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengatakan kotak hitam atau black box pada helikopter BK117 D3 yang jatuh di kawasan hutan Desa Emil Baru, Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, masih bisa terbaca 99 persen.  

“Tadi pagi kotak hitam sudah diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). KNKT menyatakan kotak hitam dalam keadaan bagus dan data bisa terbaca 99 persen,” kata Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo di Banjarmasin, Jumat. 

Ia menyebut kotak hitam itu diberikan kepada KNKT untuk kepentingan penyelidikan apa penyebab helikopter mengalami kecelakaan dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.

“Kewenangan menyelidiki kecelakaan helikopter ada di lembaga KNKT,” ujar Yudhi.  

Dia menuturkan kotak hitam itu ditemukan masih menempel di bagian ekor helikopter yang tidak hancur, sementara bodi helikopter hangus. 

Dalam operasi pencarian, Yudhi mengatakan Tim SAR menemukan kotak hitam itu beberapa meter dari bangkai helikopter pada Kamis (4/9) sekitar pukul 15.10 WITA di tengah upaya evakuasi jasad korban. 

Sedangkan bangkai helikopter ditemukan di titik 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, kawasan hutan sekitar Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu, Kalsel, pada Rabu (3/9) sekitar pukul 14.45 WITA, sejak hilang kontak pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.54 WITA.  

Helikopter tersebut ditemukan pada jarak sekitar 700 meter dari titik koordinat yang sebelumnya diberikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Pejabat On Scene Commander (OSC) mengerahkan seluruh Search and Rescue Unit (SRU) darat menuju lokasi penemuan untuk memperkuat proses evakuasi hingga akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh jasad pada Kamis (4/9) sekitar pukul 21.50 WITA.  

Delapan jasad itu terdiri atas seorang pilot bernama Kapten Haryanto berasal dari Kota Batam, Kepulauan Riau), teknisi bernama Hendra Darmawan (Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan).

Kemudian enam penumpang, yakni Mark Werren (Australia), Santha Kumar Prabhakaran (India), Claudine Pereira Quito (Brasil), Iboy Irfan Rosa (Kabupaten Kuantan Singingi, Riau), Yudi Febrian Rahman (Pekan Baru, Riau), Andys Rissa Pasulu (Kota Balikpapan, Kalimantan Timur). (kpg/ant)

 

Editor : Slamet Harmoko
#black box #helikopter #Eastindo Air #Kotak Hitam #helikopter jatuh