SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Warga Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotawaringin Timur, mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang sudah 12 hari terakhir tidak mengalir. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah 12 hari ini air tidak mengalir. Kami kesulitan masak, mencuci, hingga ibadah,” kata Mutakim, warga Samuda, Rabu (3/9/2025).
Tak punya pilihan, warga terpaksa mencari alternatif. Ada yang membeli air galon, menimba di sumur tetangga, bahkan menampung air hujan. Namun biaya tambahan menjadi beban, terutama bagi keluarga dengan ekonomi terbatas.
“Kami bingung, kalau pelayanan bisa macet, kenapa tagihan tidak pernah ikut macet?” keluh Kim.
Ia berharap PDAM segera memberikan langkah konkret, karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
“Respons cepat adalah kunci agar kepercayaan masyarakat tidak ikut mengering bersama air yang tak kunjung mengalir,” ucapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Perumdam Tirta Mentaya Kotim Edy Dyufriadi, membenarkan adanya gangguan distribusi. Menurutnya, masalah terjadi akibat pipa berdiameter 16 inci pecah pada sambungan Gibold Joint di Jalan HM Arsyad Kilometer 30, Mentaya Hilir Selatan.
“Perbaikan sudah dilakukan sejak Selasa (26/8). Gangguan ini berdampak pada seluruh pelanggan IKK Samuda,” jelas Edy.
Meski pipa sudah diperbaiki, distribusi air belum sepenuhnya normal karena tekanan belum merata.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan berterima kasih atas pengertian warga,” tandasnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko