Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kapolres Kotim akan Proses Dugaan Pelanggaran Kapolsek Mentaya Hulu

Rado. • Senin, 1 September 2025 | 12:45 WIB
Demonstrasi di Kota Sampit, massa juga menuntut Polres Kotim menindak Kapolsek Mentaya Hulu akibat video viral beberapa waktu lalu
Demonstrasi di Kota Sampit, massa juga menuntut Polres Kotim menindak Kapolsek Mentaya Hulu akibat video viral beberapa waktu lalu

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kapolres Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Resky Maulana Zulkarnaen berjanji akan memproses dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Kapolsek Mentaya Hulu pasca beredarnya video yang viral beberapa waktu lalu.

Hal ini sesuai dengan salah satu poin tuntutan masa aksi unjuk rasa yang melaksanakan aksi di depan gedung DPRD Kotim, Senin (1/9/2025).

Salah satunya yakni mendesak Kapolres Kotim untuk mengevaluasi kapolsek Mentaya Hulu yang dianggap arogan saat terjadinya sengketa lahan itu.

“Kapolsek akan kami proses, kalau ade ade percaya ke saya jadi pimpinan dan saya akan mrmpsoes apkah terdapat pelanggaran," kata AKBP Resky Maulana Zulkarnaen didepan masa aksi.

Masa juga sempat mendesak agar Kapolsek Mentaya Hulu harus dihadirkan didepan para peserta aksi. Namun karena kondisi yang jauh Kapolres Kotim akhirnya hanya melakukan telpon kepada yang bersangkutan.

“Kapolsek masih stanby ditempat dan itu adalah perintah dan perlu diketahui jarak tempuh kalau ke Sampit memerlukan waktu 5 jam,”kata dia

Sementara itu Kapolsek Mentaya Hulu menyampaikan permintaan maafnya melalui sambungan ponsel. Meski demikian sejumlah masa aksi sempat bersikeras menginginkan Kapolse Mentaya Hulu dihadirkan di depan masa waktu itu.

"Saya memohon maaf atas kejadian tersebut dan sekalui lagi hal itu saya lakukan untuk menjaga harkamtibas di wilayah Mentaya Hulu," kata Kaposek Mentaya Hulu Iptu M Ikhsan dalam sambungan telpon.

Diketahui video Kapolsek Mentaya Hulu viral lantaran sikapnya dinilai arogan saat berhadapan dengan kelompok masyarakat yang bersengketa dengan PT Napian Nadenggan di Mentaya Hulu pekan lalu. Aksinya ini menuai protes besar-besaran di media sosial.(ang)

Editor : Slamet Harmoko