Radarsampit.jawapos.com – Kendaraan taktis (rantis) Brimob yang belakangan jadi sorotan publik karena menewaskan pengemudi ojek online dalam sebuah demonstrasi ternyata punya spesifikasi mengerikan.
Kendaraan lapis baja itu diduga jenis Rimueng atau IAG Guardian buatan Kanada.
Berbobot belasan ton, rantis ini dilengkapi lapisan baja penuh dan kaca antipeluru standar NIJ level 3 yang mampu menahan tembakan senjata ringan.
Tenaganya ditopang mesin 3.200 cc yang bisa dipacu hingga 100 km/jam di jalan raya. Di dalamnya, rantis mampu membawa 4 orang duduk di kabin serta 8 personel berdiri di sisi kanan dan kiri.
Bukan hanya itu, kendaraan ini juga sanggup menaklukkan tanjakan hingga 60 derajat dan dibekali mounting gun senapan serbu serta pelontar gas air mata kaliber 38 mm dengan kapasitas 15 peluru.
Tak heran jika rantis ini masuk kategori armoured personnel carrier (APC) ringan yang dipakai lebih dari 100 negara.
Jika Tabrak Mobil
Bagaimana jadinya jika rantis ini menabrak mobil keluarga biasa? Jawabannya: ringsek total.
Dengan bobot lebih dari 12 ton, tabrakan dengan mobil pribadi ibarat menghantam tembok baja berjalan. Airbag dan seatbelt sekalipun tak banyak membantu. Risiko korban meninggal sangat besar.
Benturan dengan kendaraan sekelas ini hampir mustahil ditahan sistem keselamatan mobil biasa.
Jika Tabrak Manusia
Lalu bagaimana jika rantis semacam Rimueng itu menabrak manusia? Jawabannya lebih tragis lagi.
Dengan bobot dan daya hantam sebesar itu, kematian hampir tak terelakkan. Tubuh manusia bisa mengalami patah tulang multipel, organ dalam remuk, hingga trauma kepala berat.
Dengan kecepatan rendah saja sudah fatal, apalagi jika rantis melaju kencang. Korban bisa tewas seketika.
Alarm Proporsionalitas
Kehadiran rantis di jalan sipil kini memicu pertanyaan serius: apakah kendaraan yang dibeli dari pajak rakyat itu benar-benar digunakan sesuai fungsinya?
Tragedi tewasnya pengemudi ojol menjadi peringatan keras bahwa kendaraan lapis baja tidak semestinya digunakan dengan cara yang membahayakan rakyat. (oes)
Editor : Slamet Harmoko