SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Renovasi bangunan di kawasan Islamic Center yang akan difungsikan sebagai Sekolah Rakyat Rintisan ditargetkan selesai akhir Agustus ini.
Aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut ditargetkan bisa dimulai pertengahan September.
”Progress renovasi sudah hampir seratus persen. Tinggal finishing saja dan paling lambat akhir Agustus ini, bangunan harus siap pakai," kata Hawianan, Kepala Dinas Sosial Kotim, Selasa (26/8).
Kepala Sekolah yang akan memimpin Sekolah Rakyat Rintisan Kotim juga sudah ditetapkan dan saat ini sedang menjalani pembekalan.
”Kepala sekolahnya sudah ada dan sudah melaksanakan pembekalan selama satu minggu dan sudah selesai beberapa hari yang lalu. Kemarin sudah ada yang melaporkan ke saya terkait kegiatan mereka setelah dinyatakan lulus seleksi dari pusat," ujarnya.
Kepala Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dipimpin oleh satu kepala sekolah.
”Jadi, tidak terpisah SD dan SMA. Para guru berjumlah 16 yang lulus dan ditempatkan di Sampit juga sudah dilakukan pembekalan lebih lanjut," ujarnya.
Kendati demikian, ia belum dapat memastikan jumlah guru yang ditempatkan mengajar di Sekolah Rakyat Rintisan Kotim.
”Belum ada jumlah pasti. Pemberitahuan dari Kementerian sosial masih belum ada. Dan, untuk calon siswa sudah memenuhi target," ujarnya.
Proses pembelajaran diperkirakan akan dimulai pada pertengahan September 2025. ”Namun, sampai hari ini kami belum menerima pemberitahuan pastinya," ujarnya.
Sekolah Rakyat Rintisan akan diisi 50 calon siswa SD dan 50 calon siswa SMA sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah pusat.
Semua calon siswa yang terdaftar juga telah diverifikasi oleh Dinsos Kotim melalui pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk memastikan pendaftar, memenuhi syarat terdata dalam desil 1 sampai desil 4.
Mereka yang memenuhi syarat akan belajar di Sekolah Rakyat Rintisan Kotim akan tinggal di asrama di Kawasan Islamic Center.
”Kami awalnya ditenggat sampai 11 Juli 2025. Saat itu baru 13 calon siswa SD yang terdaftar. Kami minta tambahan waktu. Sekarang jumlah calon siswa SD dan SMA sudah terpenuhi sesuai kuota yang ditetapkan," katanya. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.