SPMB 2026 Diminta Transparan, Legislator Kotim Soroti Aspek Keadilan


SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Legislator Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Syahbana mengingatkan sekaligus meminta pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 harus dijalankan secara adil dan merata, agar tidak menimbulkan ketimpangan antara sekolah negeri dan sekolah swasta dalam memperoleh peserta didik baru.
"SPMB jangan sampai hanya menguntungkan sekolah negeri. Sekolah swasta juga memiliki peran penting membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mencerdaskan generasi muda," kata Syahbana di Sampit, Selasa.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kotim itu sehubungan dengan akan dimulainya SPMB tahun ajaran 2026/2027. Di mana persoalan ketimpangan penerimaan siswa, sempat terlihat pada pelaksanaan tahun sebelumnya. Saat itu, sejumlah sekolah swasta mengalami kekurangan murid karena sebagian besar calon peserta didik memilih dan terserap ke sekolah negeri.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Palangka Raya Harus Dipertahankan. Triwulan I 2026, Capai 5,94 Persen
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi bahan evaluasi serius agar tidak kembali terulang pada tahun ini. Jika ketidakseimbangan terus terjadi, maka keberlangsungan sekolah swasta akan semakin terancam.
Untuk itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan yang memiliki tanggung jawab untuk mengatur daya tampung sekolah secara seimbang, sehingga seluruh lembaga pendidikan mendapat kesempatan yang sama dalam menerima siswa.
"Jangan sampai ada sekolah swasta yang hampir tidak mendapatkan siswa baru seperti yang terjadi sebelumnya. Ini harus menjadi perhatian bersama karena semua sekolah punya peran dalam dunia pendidikan," ujarnya.
Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu juga mengingatkan sekolah negeri agar tidak terus menambah rombongan belajar atau rombel setiap kali penerimaan siswa baru berlangsung.
Ia menegaskan jumlah rombel harus tetap mengacu pada kapasitas yang telah ditetapkan sejak awal. Penambahan rombel secara mendadak dengan alasan tingginya minat masyarakat justru akan memperlebar kesenjangan antara sekolah negeri dan swasta. Jika hal tersebut terus dibiarkan, sekolah swasta dinilai akan semakin sulit berkembang.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




