SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan tidak ada kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) pada 2025.
Kenaikan pajak itu belakangan ini jadi sorotan di sejumlah daerah.
”Di daerah-daerah lain memang lagi ramai terkait kenaikan PBB-P2, tapi untuk daerah kita alhamdulillah tidak ada,” kata Ramadansyah, Kepala Bapenda Kotim.
Dia menjelaskan, kenaikan tarif PBB-P2 merupakan kebijakan masing-masing daerah. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir kenaikan tarif yang terjadi di beberapa daerah juga akan terjadi di Kotim.
Pemkab Kotim memilih tidak menaikkan PBB-P2 lantaran pada 2019 Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di daerah itu sudah cukup tinggi.
Jika disesuaikan atau dimutakhirkan lagi dengan harga pasar saat ini, akan terjadi lonjakan besar yang berpotensi menimbulkan penolakan dari masyarakat.
”Karena saat itu, kami melihat dari perhitungan NJOP kalau misalkan dalam satu kawasan atau jalan itu tarif PBB yang sebelumnya Rp700.000, jika dimutakhirkan sesuai harga pasar menjadi Rp7.000.000,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal itu, Pemkab Kotim memberikan stimulus berupa penetapan NJOP hanya 20 persen dari harga pasar.
Dengan demikian, kenaikan tidak sampai ratusan persen dan hanya berlaku di zona tertentu.
Kenaikan tersebut hanya untuk zona bisnis di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang. Itu pun sekitar 20 persen dari NJOP sebelumnya.
”Memang kalau disesuaikan harga pasar cukup tinggi. Tetapi kami melihat kondisi masyarakat. Pemerintah daerah juga menganalisa, sehingga tidak langsung menyesuaikan perhitungan kenaikan NJOP dengan harga seperti yang di undang-undang,” jelasnya.
Terkait PBB-P2, dia melanjutkan, kesadaran masyarakat untuk membayar pajak sudah cukup baik. Terlebih kini pembayaran pajak bisa dilakukan secara online, sehingga wajib pajak tidak perlu repot datang ke kantor Bapenda.
Berdasarkan dashboard pendapatan pada laman resmi Bapenda Kotim tercatat target PBB-P2 Kotim tahun ini sebesar Rp10 miliar dan per 19 Agustus 2025 realisasinya sudah mencapai 81,98 persen.
”Insya Allah, sisa dari target itu bisa kita capai sebelum akhir tahun ini, karena dari data tahun sebelumnya pun untuk realisasi PBB-P2 ini cukup baik,” katanya. (ang/ign)
Editor : Gunawan.