SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Lomba memancing yang dilaksanakan warga Anggur Bersatu, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Senin (18/8) pagi menyita perhatian warga setempat.
Mulai anak-anak, remaja, orang dewasa dan bahkan kaum terkuat sedunia ”emak-emak” ikut dalam lomba yang dilaksanakan di tempat pemancingan dadakan di Jalan Anggur 4.
Kemeriahan sudah terlihat di lokasi acara. Umbul-umbul dengan nuansa merah putih berjejer terpasang rapi di tepi lokasi acara, tepatnya di Jalan Anggur 4, Kelurahan Mentawa Baru Hilir.
Kanal sepanjang kurang lebih tujuh puluh meter dengan lebar dua meter yang menjadi lokasi lomba memancing juga penuh dengan hiasan merah putih.
Satu per satu warga berdatangan memadati lokasi acara. Tepat pukul tujuh pagi, lomba memancing dalam rangka merayakan HUT ke-80 Republik Indonesia dimulai.
Dalam sekejap, lokasi memancing yang berada di tanah lapang dipenuhi warga. Peralatan pancing mulai dari joran, umpan hingga kursi tampak tersusun berjejer rapi.
”Silakan peserta bebas memilih tempat. Sepuluh menit lagi lomba akan segera kita mulai,” ucap H Suparno selaku pemandu acara sekaligus juri lomba.
Peserta bergegas menyiapkan segala sesuatunya. Joran yang digunakan hampir merata jenisnya.
Menariknya, umpan yang disiapkan peserta beragam, mulai dari jangkrik, cacing, ulat bumbung, hingga pelet khusus lele.
Nanang, salah seorang peserta bahkan memesan khusus umpan lele dari Pulau Jawa sepekan sebelum lomba.
Dengan harapan umpan gacor yang dijanjikan penjual membawa hasil maksimal.
”Kail jangan diceburkan dulu, tunggu aba-aba dari saya. Kita hitung satu, dua, tiga,” teriak H Suparno menandai lomba dimulai.
Saat menyentuh air, dalam hitungan detik, satu per satu kail peserta ditarik ikan lele seukuran tiga jari orang dewasa.
Peserta tampak semangat mengangakat jorannya.
”Yes, dapat satu. Umpannya gacor,” kata Syahwani, peserta dari Anggur 4.
Semangat peserta untuk mendapatkan ikan kian bertambah kala pemandu acara menyiapkan sepuluh minyak goreng bagi peserta yang mendapatkan ikan.
Seakan sehati dengan keinginan MC, ikan pun dalam sekejap mulai memakan umpan peserta.
”Ulun dapat Pak Haji,” teriak Upik.
Peserta lain pun demikian. Joran terus ditarik ke atas dan ikan lele terdampar di tanah. Minyak goreng satu karton pun habis terbagi rata kepada peserta.
H Suparno kembali memberikan tantangan berhadiah kepada peserta. Bagi yang mendapatkan ikan lele babon kembali diberi hadiah minyak goreng.
Sama seperti sebelumnya, dalam hitungan menit, peserta di lapak pojok sebelah kanan mendapatkan ikan lele besar dengan berat satu kilo lebih.
Pemandu acara terus menyemangati peserta. Ikan patin yang sudah disiapkan masih belum ada yang dapat.
Kembali minyak goreng disiapkan kepada peserta yang mendapatkan ikan Patin.
”Panitia sudah siapkan 20 kilogram ikan patin di kolam ini, yang dapat pertama saya kasih hadiah minyak goreng lagi,” teriak H Suparno.
Selepas suara pemandu acara, di ujung sebelah kiri, seorang bocah berteriak girang saat joran yang diangkatnya nyangkut ikan Patin dengan bobot sedang.
”Walah, hokinya anak-anak yang dapat ikan patin,” kata H Suparno mendekati si anak sambil menyerahkan minyak goreng.
Setelah tiga jam mengadu skill ditambah keberuntungan, lomba mancing pun selesai. Panitia menghitung jumlah ikan yang didapat masing-masing peserta.
Mursalin, yang sejak dua hari dianggap punya keberuntungan menjadi juara, tersenyum lepas saat dihampiri panitia.
Bagaimana tidak, saat tes kolam selama dua hari, pemuda berperawakan besar ini selalu mendapatkan hasil yang banyak.
Warga menyebut Mursalin punya keberuntungan besar.
”Punya ulun 16 ekor bang, kayanya ini paling banyak,” celetuknya.
Namun, raut wajahnya berubah kecewa, saat panitia menghitung pemancing yang tak jauh dari tempat duduknya, Iksan. Pria itu mendapatkan ikan lebih banyak dua ekor.
Penghitungan terus berlanjut. Lagi-lagi panitia dan hampir banyak peserta dibuat takjub dengan jumlah ikan yang didapat Mama Rini.
Peserta dari kalangan emak-emak ini mendapatkan dua puluh dua ekor ikan lele.
”Mama Rini tadi mancingnya di sebelah saya dan hokinya bagus. Kami mancing di pojok sebelah kiri dan tidak banyak orangnya, makanya dapatnya banyak,” cerita Dayat yang juga mendapatkan sembilan belas ekor ikan lele.
Lomba mancing warga Anggur Bersatu ini terselenggara hasil dari partipisai seluruh lapisan warga.
Mulai dari warga Anggur, 2, 3, 4, 5 hingga Kompleks Pinang Asri.
Jumlah dana yang terhimpun dari partisipasi warga seluruhnya digunakan untuk meramaikan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Mulai dari lomba memancing hingga beragam permainan untuk ibu-ibu dan anak-anak.
”Terima kasih kepada seluruh warga yang ikut berpartisipasi demi terselenggaranya kegiatan ini. Lomba mancing dan lomba untuk ibu-ibu dan anak-anak semuanya berjalan lancar. Dan semua yang kita laksanakan ini lebih kepada hiburan untuk warga Anggur Bersatu,” ucap Sandy, selaku ketua panitia. (ton)
Editor : Gunawan.