Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bocah Tertancap Besi Belum Stabil, Sang Ayah Menyusul Segera Dirujuk

Usay Nor Rahmad • Kamis, 14 Agustus 2025 | 15:32 WIB
Muhamad Zaki Ramadhan, korban kecelakaan tertancap besi di dada, saat menjalani perawatan di ICU RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. (Keluarga Muhamad Zaki Ramadhan)
Muhamad Zaki Ramadhan, korban kecelakaan tertancap besi di dada, saat menjalani perawatan di ICU RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. (Keluarga Muhamad Zaki Ramadhan)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Muhamad Zaki Ramadhan, 6 tahun, anak korban kecelakaan yang tertancap besi di dadanya hingga kini masih belum stabil dan dirawat di Ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit Umum Daerah dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Kendati demikian korban sudah mulai sadar.

“Hari ini Muhamad Zaki Ramadhan belum stabil. Kata dokter, Hb (Hemoglobin.red) sudah 12 kemarin 7,7 dan sudah dilakukan transfuse darah sebanyak dua kali,” jelas Didi, kakak korban, Kamis (14/8/2025).

Selanjutnya, Zaki, nama sapaannya, akan menjalani operasi paru dan tulang. Pihak keluarga berharap operasi berjalan lancer dan keadaan Zaki akan semakin baik.

Ayah Patah Tulang Rusuk

Sementara ayahnya, Muloy, juga akan dirujuk ke Palangka Raya. Sebab tulang rusuk yang patah perlu menjalani perawatan lebih intensif. Sementara sang ibu, Annisa hanya mengalami luka di wajah.

Untuk diketahui, kecelakaan tragis terjadi di Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Ahad (10/8/2025), sekitar pukul 17.30. Satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak laki-laki jadi korban.

Dalam video yang beredar sejumlah warga mengangkat tubuh sang ayah ke pinggir jalan. Sementara sang ibu tergeletak di tengah jalan.

Pemandangan mengerikan ya lagi, sang anak berusia sekitar 6 tahun tergantung di ujung besi yang dibawa pikap dengan dada tertancap.

Berdasarkan pengakuan Muloy saat masih sadar, saat itu ingin menyalip tapi batal karena ada truk dari arah berlawan.

Muloy, banting stang ke kiri namun, tidak sempat karena ada pikap yang mengangkut besi kerangka tenda itu.

“Soalnya pikap di depan beliau mengerem mendadak,” kata Didi.

Sementara itu, belum ada kesepakatan antara korban dan keluarga pengemudi pikap. Pihak keluarga korban berharap pemilik pikap bertanggung jawab dengan membayar pengobata hingga para korban sehat.

Namun pihak pemilik pikap hanya bersedia memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta.

“Tidak ada iktikad baik dari mereka. Malah video adik saya yang kritis dipajang di status WhatsApp. Kami sekeluarga merasa terpukul dan trauma, ditambah perlakukan seperti itu dari pihak pemilik pikap,” tutup Didi. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#besi #dada #patah tulang #bocah #tertancap #kecelakaan