SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali mengabarkan kejadian kebakaran lahan di Jalan Jaksa Agung Soeprapto Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang sekitar pukul 15.49 dan 20.00 WIB, Jumat (1/8) malam.
Lahan milik Sukaria di kawasan Yadi Kudung ini dikabarkan terbakar sejak Selasa (29/7) sekitar pukul 13.35 WIB dan api kembali menyala dihari yang sama di waktu yang berbeda sekitar pukul 20.31 WIB.
Setelah beberapa kali berupaya dipadamkan, berselang tiga hari kemudian, api lagi-lagi menyala di lokasi titik yang sama, sekitar jam 15.49 dan 20.00 WIB, Jumat (1/8) malam.
"Ini sudah empat kali kejadian kebakaran lahan di lokasi yang sama di Yadi Kudung. Upaya pemadaman terus dilakukan. Api sudah dapat dikendalikan," ujar Multazam, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Jumat (1/8).
Multazam menjelaskan proses pemadaman api di lahan gambut memerlukan penanganan ekstra, selain kesiapan fisik personel dalam memadamkan titik api, tetapi juga perlu didukung ketersediaan air yang memadai.
"Pemadaman di lahan gambut berbeda penanganannya, prosesnya lebih lama karena api yang terlihat padam dari permukaan, belum tentu benar-benar padam, sehingga personel di lapangan harus memastikan api padam sampai ke dalam," ujarnya.
Hal ini tentunya memerlukan ketersediaan air yang banyak untuk memastikan api benar-benar padam.
Namun, kebakaran lahan di kawasan Yadi Kudung Jalan Jaksa Agung Soeprapto terkendala jauh dari sumber air, sehingga memperlambat proses pemadaman.
"Titik lokasi kebakaran ini lahan gambut cukup tebal, lokasi sumber air juga jauh, ditambah angin cukup kencang, sehingga api terus merembet," ujarnya.
Terkait luasan lahan yang terbakar di Yadi Kudung mulanya diestimasikan 3 Ha. Namun, kemungkinan besar lahan yang terbakar semakin meluas.
"Luas lahan yang terbakar masih kami hitung. Personel saat ini fokus memadamkan api, memastikan api padam, setelah itu baru bisa diperkirakan berapa luasan lahan yang terbakar," ujarnya.
Kejadian kebakaran lahan juga terjadi di Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Parenggean Kamis (31/7) malam.
Masyarakat Peduli Api (MPA) Parenggean beserta anggota damkar dari Pos Sektor Disdamkarmat Parenggean juga telah melakukan upaya pemadaman.
"Kejadian kebakaran lahan di MHU sudah dikendalikan. Dan, untuk di Parenggean, informasi dari Camat Parenggean, personel dan peralatan cukup. Api sudah selesai dipadamkan sekitar jam 16.00 sore tadi," pungkasnya. (hgn)
Editor : Slamet Harmoko