KALTENG, radarsampit.jawapos.com- Kebakaran nampaknya mulai marak terjadi di musim kemarau ini. Seperti di Kota Nanga Bulik Kabupaten Lamandau dan Kota Palangka Raya, menghanguskan sebuah warung dan 1 unit rumah kosong, Selasa pagi (29/7).
Di Nanga Bulik, kebakaran sebuah warung menghebohkan warga Jalan A Yani, sekitar pukul 06.00 WIB. Bangunan dari semi kayu dan beton itu terbakar setelah sebuah tabung gas elpiji meledak.
Api berhasil dipadamkan dengan upaya keras tim gabungan dari pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Satpol PP, TNI, Polri, PDAM, dan warga setempat, sehingga tak merambat ke bangunan lain.
Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono melalui Kasat Reskrim Polres Lamandau AKP Jhon Digul Manra mengungkapkan, usai melakukan pemadaman, pihaknya olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi.
Diungkapkannya, warung milik Krisnawati yang dikelola Sukarno dan Efrijaya selaku keluarganya itu, terbakar setelah ada ledakan tabung gas elpiji di dapur.
“Kemudian yang bersangkutan berlari keluar meminta pertolongan kepada warga setempat untuk memadamkan api,” ujarnya. Namun api membesar tak terkendali hingga habis melahap isi warung. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini, diperkirakan kerugian materil sekitar Rp 30 juta.
"Kita juga telah mengamankan barang bukti berupa satu set kompor gas dan tabung gas. Ledakan diduga berasal dari saudara Efrijaya yang menyalakan rokok melalui kompor dan lupa mematikan kompor, " beber Jhon Digul Manra.
Terpisah, kebakaran 1 unit rumah di Jalan Danau Parupuk 4, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya Palangka Raya, sekitar pukul 9.15 WIB. Rumah berukuran 8x12 meter persegi itu diketahui kosong sejak tahun 2018. Dulunya milik seorang warga bernama Amang Usup, dan lokasinya sekitar 4 meter dari komplek perumahan warga.
Koordinator tim damkar Palangkaraya Sucipto menyampaikan,api pertama kali dilihat seorang warga muncul dari tumpukan kayu di kandang ayam yang sudah tidak terpakai lalu menjalar ke rumah kosong berbahan kayu beratap seng itu. Diperkirakan kerugian akibat kebakaran ini sekitar Rp 25 Juta.
“Dikenal rumah amang Usup , setelah istri meninggal, rumah itu kosong. Namun sangat dekat dengan perumahan BTN, cuma jarak 4 Meter,”ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol M Rian Permana menyatakan, bangunan itu tidak dialiri listrik, dan menurutnya api berasal dari tumpukan kayu dekat kandang ayam dan merembet ke bangunan.
“Awalnya seorang saksi melihat asap dari lahan kosong saat berada di atap rumahnya. Lalu ia turun melihat dan api sudah membesar, dan berupaya memadamkan bersama tetangga, hingga memanggil pemadam kebakaran,” paparnya.
Peristiwa ini pun masih dalam penyelidikan pihaknya, untuk mengetahui dengan pasti penyebab munculnya api tersebut. (mex/daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama