Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Warga Ramai-Ramai Curhat di Medsos, Ada Oknum Pedagang Makanan Jorok

Usay Nor Rahmad • Senin, 28 Juli 2025 | 14:25 WIB
Ilustrasi. (Dibuat dengan akal imitasi).
Ilustrasi. (Dibuat dengan akal imitasi).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Makanan kaki lima menjadi pilihan favorit banyak warga karena murah dan mudah didapat.

Namun, sejumlah warga mulai resah dengan perilaku oknum pedagang yang dinilai tidak menjaga kebersihan saat berjualan.

Keluhan soal higienitas makanan jalanan ini mencuat setelah beberapa warga mengaku menyaksikan langsung pedagang yang memasak sambil merokok, bahkan mengorek gigi atau mulut tanpa mencuci tangan sebelum kembali menyentuh makanan.

"Itu sangat menjijikkan. Tolonglah cuci tangan dulu. Kalau kita enggak mungkin cuci makanannya," keluh Rahmat Hidayat, salah seorang warga di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (28/7/2025).

Kebiasaan merokok sambil memasak juga jadi sorotan. Asap rokok bercampur dengan aroma makanan, bahkan terkadang abu rokok jatuh nyaris ke makanan yang disajikan.

Dayat sapaan akrabnya kerab mendapati pedagang seperti itu, mulai dari memegang hp lalu mengolah makanan, hingga pedagang berkuku panjang dan hitam.

"Menyajikan makanan yang berkuah usahakan menggunakan nampan dan menaroh mangkuknya pakai dua tangan. Kalau satu tangan jempol tangan masuk dalam mangkuk dan kuku yang hitam kekuningan terendam di dalam kuah makanan tersebut," katanya.

“Pernah saya lihat sendiri, dia lagi motong-motong bahan makanan, eh tiba-tiba korek-korek mulut. Habis itu lanjut masak tanpa cuci tangan. Jijik banget,” tambah Dita, warga lainnya.

Warga yang mengeluh memang tak secara terang-terangan menyebutkan nama tempat dan lokasi berjualan pedagang tersebut.

Namun hal tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak. Bila tidak maka ini akan menjadi kebiasaan buruk.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat akan penularan penyakit melalui makanan dan minuman. Mulai dari diare, infeksi saluran pencernaan, hingga hepatitis.

Dinas sebenarnya telah mengingatkan para pedagang agar memerhatikan kebersihan dan higienitas dari makanan dan minuman. Namun tampaknya hal ini tak masuk di pemahaman pedagang terutama pedagang makanan cepat saji.

Masyarakat pun berharap tidak hanya sosialisasi kepada pedagang. Tapi juga penting dilakukan pengawasan dan edukasi.

Terutama bagi pedagang yang berjualan di ruang publik. Apalagi masyarakat Kotim punya pengalaman buruk, dengan pernah terjadi keracunan massal akibat ketidakhigienisan makanan dan minuman (*)

Editor : Slamet Harmoko
#Warga Curhat #pedagang makanan #PKL Jorok