Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tersesat dan Terluka, Bekantan Ini Diselamatkan Warga Kotim

Usay Nor Rahmad • Jumat, 25 Juli 2025 | 19:29 WIB
Maria warga yang menyelamatkan bekantan yang ditemukannya luka di jalan. Kini primata itu diserahkan ke BKSDA Resort Sampit.(BKSDA Resort Sampit untuk Radar Sampit)
Maria warga yang menyelamatkan bekantan yang ditemukannya luka di jalan. Kini primata itu diserahkan ke BKSDA Resort Sampit.(BKSDA Resort Sampit untuk Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Seekor bekantan jantan dalam kondisi lemah dan mengalami luka ditemukan oleh seorang warga di Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Primata endemik Kalimantan itu kini tengah dalam perawatan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit.

Penyelamatan berawal pada Selasa sore, (22/7 2025). Seorang pekerja bernama Maria menemukan seekor bekantan tergeletak di tepi jalan panen saat pulang kerja. Satwa dilindungi tersebut tampak lemas dan memiliki luka di bagian pelipis yang telah mengering.

"Karena merasa iba, Maria membawa bekantan itu ke tempat tinggalnya untuk dirawat. Ia membersihkan luka dan memberikan obat," jelas Kepala BKSDA Resoert Sampit Muriansyah, Jumat (25/7/2025).

Maria kemudian mencari informasi mengenai BKSDA Kalimantan Tengah dan menghubungi call center.

Pada Kamis (24/7/2025), ia menyampaikan laporan tersebut secara resmi. Penjemputan bekantan dilakukan Jumat (25/7/ 2025), sekitar pukul 13.00–16.40 WIB.

“Saya bersama anggota Manggala Agni menjemput bekantan malang tersebut,” katanya.
Serah terima dilakukan di Afdeling 24, Desa Jemaras, Kecamatan Cempaga, disaksikan pihak perusahaan tempat Maria bekerja.

Petugas BKSDA menyampaikan bahwa saat ini bekantan tersebut sedang dirawat di Pos Sampit untuk pemulihan lebih lanjut.

Belum diketahui pasti penyebab luka dan bagaimana satwa itu bisa terpisah dari habitat atau kelompoknya.

“Kami berterima kasih kepada warga yang telah peduli dan melaporkan. Tindakan cepat seperti ini sangat membantu dalam upaya penyelamatan satwa liar yang dilindungi,” ujar petugas BKSDA.

Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan primata khas Kalimantan yang dilindungi karena populasinya terus menurun akibat kerusakan habitat dan perburuan.

BKSDA terus mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan satwa liar dalam kondisi terluka atau masuk ke lingkungan manusia. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#bekantan #bksda #sampit