Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Karhutla Mulai Terjadi di Kotim, 150 Meter Persegi Lahan Gambut Terbakar

Usay Nor Rahmad • Jumat, 25 Juli 2025 | 19:16 WIB
Petugas gabungan memadamkan api yang membakar semak di wilayah Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (25/7/2025). (TRC BPBD Kotim untuk Radar Sampit)
Petugas gabungan memadamkan api yang membakar semak di wilayah Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (25/7/2025). (TRC BPBD Kotim untuk Radar Sampit)


SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Sebidang lahan gambut seluas 150 meter persegi di Jalan Jendral Sudirman Kilometer 3,5, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, terbakar pada Jumat siang (25/7/2025).

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim bersama tim gabungan langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan.

Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah sekitar satu jam berjibaku di tengah kondisi gambut yang cukup dalam dan cuaca panas terik.

"Kami kerahkan dua unit mesin pompa pemadam. Lahan yang terbakar sekitar 10x15 meter persegi dan didominasi semak belukar di atas lahan gambut," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam.

Menurut informasi dari warga, kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran semak untuk membersihkan lahan.

Namun, pemilik lahan diduga meninggalkan api saat menunaikan salat Jumat. Api kemudian membesar dan menjalar ke area sekitarnya.

"Identitas pemilik lahan masih belum diketahui. Namun, dugaan kuat ini akibat kelalaian," tambah Multazam.

BPBD mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, terlebih di musim kemarau seperti sekarang.

Tanah gambut sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan bila api sudah menjalar ke dalam permukaan.

Sementara itu, berdasarkan pantauan BMKG, wilayah Kotim mulai memasuki puncak musim kemarau.

Meski status siaga karhutla belum ditetapkan secara resmi, potensi kebakaran lahan semakin tinggi.

"Kami minta warga lebih waspada. Jangan bakar lahan sembarangan karena bisa cepat meluas," tegas Multazam.

Hingga kini, kasus ini masih dalam penanganan petugas dan BPBD akan terus memantau lokasi-lokasi rawan karhutla di Kotim.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan kembali memperingatkan adanya peningkatan titik panas, arah angin yang mendukung penyebaran api, serta minimnya pembentukan awan hujan.

Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini berada dalam situasi cuaca kering yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Data satelit Himawari yang dirilis BMKG menunjukkan, arah angin pada 25 Juli 2025 bertiup dari timur hingga tenggara menuju barat hingga barat laut. Pola ini bisa mempercepat penyebaran api jika terjadi kebakaran terbuka di lahan-lahan kering dan gambut.

“Tidak ada pertumbuhan awan signifikan yang terpantau di wilayah Kotim,” tulis Suci Priatin Ningsih, Prakirawan BMKG. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#musim kemarau #baamang hulu #karhutla